Kalbar  

Hadiri Halal bihalal DMI Pusat, Gubernur Kalbar Serukan Transformasi Masjid sebagai Pusat Peradaban

Halal bihalal berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban, diisi tausiah kebangsaan, ramah tamah, serta diskusi penguatan fungsi masjid di era modern

BERSALAMAN - Ketua DMI Kalbar sekaligus Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat bersalaman dengan Ketua DMI Pusat Yusuf Kalla pada momen Halal Bihalal yang digelar di Aula Gedung DMI, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2026)

KabarKalimantan.id – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan peran masjid tidak lagi hanya sebagai tempat ibadah, tetapi harus menjadi pusat peradaban umat yang mendorong pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga solusi sosial kemasyarakatan.

Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Halal Bihalal Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Aula Gedung DMI, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2026).

Kehadiran Norsan yang juga merupakan Ketua DMI Provinsi Kalimantan Barat sekaligus menegaskan komitmen Kalbar dalam mendukung gerakan memakmurkan dan dimakmurkan masjid.

“Masjid harus menjadi pusat pembinaan umat, pusat pendidikan, penguatan ekonomi, sekaligus ruang memperkuat ukhuwah. Ini yang terus kami dorong di Kalimantan Barat,” tegas Norsan.

Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Terima Audiensi Pengurus DPP Majelis Perempuan Melayu Kalimantan Barat

Dirinya menyebut Kalimantan Barat memiliki ribuan masjid yang potensial menjadi simpul pembangunan sosial masyarakat jika dioptimalkan tidak hanya sebagai ruang ibadah, tetapi juga pusat aktivitas produktif umat.

Menurutnya, penguatan fungsi masjid menjadi penting di tengah tantangan sosial dan perubahan zaman, sehingga keberadaan masjid dapat semakin relevan menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam forum yang dihadiri Ketua Umum DMI Muhammad Jusuf Kalla, jajaran pengurus pusat dan tokoh umat dari berbagai daerah itu, Norsan juga menekankan pentingnya menjaga soliditas DMI sebagai kekuatan umat.

“Semoga DMI terus solid dan memperkuat kebersamaan dalam memajukan kemaslahatan umat, baik di daerah maupun nasional,” ujarnya.

Halal bihalal berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban, diisi tausiah kebangsaan, ramah tamah, serta diskusi penguatan fungsi masjid di era modern.

Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada para donatur yang berkontribusi dalam penanganan bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, terutama dalam penyediaan akses air bersih bagi masyarakat terdampak.

Melalui program yang diinisiasi Pimpinan Pusat DMI melalui Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, bantuan kemanusiaan diwujudkan melalui pembangunan sarana air bersih dan sumur bor sederhana.

Bagi Norsan, langkah itu menjadi bukti bahwa masjid memiliki peran strategis bukan hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga kemanusiaan dan penanganan persoalan umat.

“Masjid harus hadir sebagai pusat solusi. Tidak hanya bicara ibadah, tetapi juga menjawab persoalan sosial masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan umat, bangsa dan negara serta komitmen bersama menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan solusi umat. (*)