KabarKalimantan.id – Kalimantan Barat mencetak sejarah dengan menyajikan 12.000 porsi lontong khas Sukadana dalam satu rangkaian aksi kuliner massal yang berhasil memecahkan rekor pada pembukaan Kalbar Food Festival ke-7.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan pencapaian tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kekuatan kolaborasi dan potensi kuliner daerah yang siap bersaing di tingkat global.
“Ini bukan hanya tentang rekor, tetapi bagaimana kita menunjukkan kepada dunia bahwa Kalimantan Barat memiliki kekayaan kuliner dan budaya yang luar biasa,” ujarnya.
Kegiatan yang digelar di halaman Ayani Megamall Pontianak pada Minggu (3/5/2026) itu menjadi pembuka rangkaian Kalbar Food Festival yang berlangsung hingga 10 Mei 2026.
Baca Juga : 1861 Jemaah Calon Haji Kalbar Bersiap Berangkat Menuju Emberkasi Batam
Festival tahunan ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pemilihan duta kuliner, pertunjukan seni, fashion show, peluncuran tenun, lomba tari, hingga duel masak, serta diikuti ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Kalbar.
Menurut Norsan, festival ini merupakan wadah strategis untuk memperkenalkan identitas budaya melalui kuliner, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.
“Melalui festival ini, kita tidak hanya menampilkan makanan, tetapi juga memperkenalkan jati diri masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya
Dirinya juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung UMKM melalui pembinaan, akses permodalan, dan perluasan pasar agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu sorotan utama dalam perhelatan tahun ini adalah upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyajian lontong Sukadana dalam jumlah besar.
Norsan menyebut kuliner tersebut bukan sekadar makanan, tetapi warisan budaya yang mencerminkan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat.
Selain aspek promosi, kegiatan ini juga dinilai memberikan dampak ekonomi langsung, terutama bagi pelaku usaha kecil yang terlibat dalam festival.
Ketua TP PKK Kalbar Erlina Norsan berharap kegiatan ini dapat terus diperkuat sebagai ruang pemberdayaan keluarga dan pengembangan pangan lokal.
Sementara itu, Founder Kalbar Food Festival Edy Hartono menyebut penyelenggaraan tahun ke-7 ini merupakan hasil konsistensi dan kolaborasi berbagai pihak dalam mengangkat potensi kuliner daerah.
Dirinya optimistis, dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Kalbar Food Festival dapat menjadi agenda unggulan berskala nasional hingga internasional.
Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman, festival ini diharapkan mampu memperkuat identitas Kalimantan Barat sebagai salah satu destinasi kuliner unggulan di Indonesia. (*)












