News  

TEPIS Isu Marger Partai,DPW Nasdem Kalbar Berencana Gugat Majalah Tempo ke Dewan Pers

Konsep yang diusulkan NasDem adalah political blok atau aliansi politik yang lebih kuat, bukan penggabungan partai

ORASI - Ketua Bapilu DPW Partai Nasdem Provinsi Kalbar Idris Maheru saat membacakan pernyataan sikap terkait isu marger Partai Nasdem dan Gerindra Rabu (15/4/2026)

KabarKalimantan.id – Sejumlah fungsionaris dan kader DPW Partai Nasdem Kalbar menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait pemberitaan Majalah Tempo di Halaman Kantor DPW Partai Nasdem Kalimantan Barat, pada Rabu (15/04/2026).

Sebelumnya ramai dibicarakan dalam ruang digital tentang caver majalah tempo terbaru yang menampilkan karikatur Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Produk tersebut menimbulkan aksi protes dari Kader Nasdem dengan mendatangi Kantor Majalah Tempo di kawasan Pal Merah pada Selasa (14/04/2025).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW NasDem Kalbar, Idris Maheru menepis isu tentang pemberitaan yang dikeluarkan majalah tempo tentang adanya marger partai antara Gerindra dan NasDem.

Menurut, Idris pemberitaan tersebut tidak tepat dan menyimpang dari gagasan yang sebenarnya disampaikan oleh Ketua Umum Surya Paloh.

Baca Juga :Ria Norsan Tutup Kompetisi Bola Basket Gubernur Cup 2026

“Yang jelas kita memandang itu pemberitaanya tidak benar. Tidak benar kenapa? Karena apa yang pernah diwacanakan oleh Ketua Umum Partai Nasional itu adalah politikal blok,” ujarnya.

Idris menjelaskan bahwa konsep yang diusulkan NasDem adalah political blok atau aliansi politik yang lebih kuat, bukan penggabungan partai.

“Politikal Blok itu seperti koalisi yang permanen atau aliansi yang lebih kuat soal kebijakan, baik dari tingkat pusat, tingkat provinsi, tingkat kebupaten/kota,” ujarnya.

“Tidak hanya sektoral koalisinya seperti selama ini karena selama ini kan koalisinya itu kan bisa jadi di pusat koalisinya ini, ” ujarnya

“Kemudian di provinsi berbeda, di kebupaten berbeda, jadi kita mengusulkan ada aliansi yang lebih kuat, yang kita kenal dengan politikal blok Jadi berblok dia seperti itu, bukan merger,” katanya.

Menurutnya, wacana merger partai sulit diwujudkan karena berbagai faktor, termasuk aspek ideologis dan struktural.

“Nah kalau merger kan susah, sangat susah diwujudkan. Apalagi partai Nasdem itu partai pemenang keempat di tingkat nasional. Kita di Kalbar itu kan pemenang kedua. Bagaimana caranya memerger partai sama-sama memperoleh porsi misalnya, ” ujarnya

“Walaupun mekanismenya ada diatur di undang-undang partai politik, tetapi itu susah untuk diwujudkan. Ada soal ideologis disitu, ada soal struktural. Jadi sangat berat untuk diwujudkan,” imbuhnya

Dirinya menegaskan, konsep political blok justru memungkinkan kerja sama antarpartai tanpa menghilangkan identitas masing-masing.

“Nah oleh karena itu yang diusulkan oleh Nasdem adalah politikal blok Jadi koalisi atau aliansi yang lebih kuat tanpa menghilangkan identitas masing-masing partai politik. Jadi tetap partai politiknya seperti itu. Jadi berbeda, apa yang diungkap oleh Tempo itu sangat berbeda yang kita masukkan,” tegasnya.

Terkait langkah lanjutan, Idris menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem untuk menindaklanjuti persoalan tersebut melalui jalur resmi.

“Ya itu sudah ditangani oleh DPP Termasuk upaya kita hari ini kita akan menyampaikan hal ini ke DPP Supaya itu segera untuk ditindaklanjuti. Nah kesulitan kita di Kalbar ini kan tidak ada kantor perwakilamya Tempo di Kalbar, ” ujarnya

Saat disinggung soal peluang mengajukan gugatan ke dewan pers, Idris mengatakan masih akan menunggu langkah dan kajian lebih lanjut dari DPP Partai Nasdem.

” Sampai hari ini kita masih menunggu update dari DPP terkait ke gugatan ke dewan pers. Prinsipnya pasti ke Dewan Pers dan tetap berpegang kepada koridor hukum yang ada, pasti ke Dewan Pers Nah itu mekanismenya di DPP Kan Dewan Pers yang di Jakarta,” katanya.

Dirinya juga menuntut klarifikasi dan permintaan maaf atas pemberitaan yang dinilai keliru.

“Ya harus menyampaikan permohonan maaf Bahwa berita itu adalah berita yang salah Ya sangat uji hari ini, kan itu mengganggu Ya kan tentu kadang-kadang kita resah Masa partai Nasdem sebesar ini Mau dimerger atau digabungkan dengan partai lain Dan itu meresahkan di tingkat partai, ” ujarnya

“Kita punya banyak anggota legislatif Sudah puluhan ribu Ada sekian ratus yang menjabat sebagai kepala daerah Atau wakil kepala daerah Kita sudah sangat besar,” imbuhnya

DPW NasDem Kalbar menegaskan akan tetap menempuh mekanisme yang berlaku sebagai jalur penyelesaian sengketa pemberitaan yang dilakukan Tempo. (*)