KabarKalimantan.id – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Ratu Elok yang memulai program penanaman jagung sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan penanaman jagung tersebut berlangsung di Dusun Batu Penyarak, Kecamatan Manis Mata, Sabtu (31/1/2026), dan menjadi desa pertama di wilayah tersebut yang menjalankan program ketahanan pangan berbasis pertanian jagung.
Program itu digagas Kepala Desa Ratu Elok, Merry Christianty, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menilai langkah yang dilakukan Desa Ratu Elok menjadi contoh positif bagi desa-desa lain di Kecamatan Manis Mata.
“Saya mengapresiasi Kepala Desa Ratu Elok beserta jajarannya yang telah melaksanakan program pemerintah terkait ketahanan pangan melalui penanaman jagung. Ini merupakan desa pertama yang memulai, dan harapan saya kegiatan seperti ini dapat diikuti desa-desa lain di Kecamatan Manis Mata,” ujarnya.
Menurut Alexander, ketahanan pangan tidak dapat dibangun secara parsial dan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, hingga masyarakat dan pelaku usaha.
Ia menegaskan, kegiatan penanaman jagung tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen nyata dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat.
“Penanaman jagung ketahanan pangan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk komitmen nyata. Dengan kerja sama yang baik antara camat, kapolsek, danramil, termasuk dukungan pihak perusahaan di wilayah Kecamatan Manis Mata, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.
Alexander juga meminta seluruh kepala desa di Kecamatan Manis Mata mengembangkan program serupa dengan menyesuaikan potensi wilayah masing-masing.
Menurutnya, penguatan ketahanan pangan di tingkat desa menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini bermanfaat dan menghasilkan panen yang melimpah dengan perawatan yang maksimal. Ketahanan pangan bukan urusan sepele, tetapi menyangkut hajat hidup masyarakat,” pungkasnya. (*)














