KabarKalimantan.id – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan perawat komunitas merupakan ujung tombak transformasi kesehatan, terutama dalam memperkuat layanan primer melalui edukasi masyarakat dan upaya pencegahan penyakit sejak dini.
Pernyataan itu disampaikan Harisson saat membuka Seminar Nasional Keperawatan dan Kongres Wilayah I Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI) Provinsi Kalimantan Barat di STIKES Yarsi Pontianak, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Harisson, transformasi sistem kesehatan tidak cukup hanya berfokus pada layanan kuratif di rumah sakit, tetapi harus dimulai dari penguatan layanan promotif dan preventif yang menyentuh langsung masyarakat.
“Kalau bicara kesehatan, yang utama sebenarnya promosi kesehatan dan pencegahan risiko penyakit. Kita ingin masyarakat punya kesadaran menjaga kesehatannya sendiri,” ujarnya.
Baca Juga : SEMINAR Hari Kartini Perempuan Jadi Kunci Aksi Perubahan Iklim
Dirinya menilai perawat komunitas memegang posisi strategis karena hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi penghubung antara ilmu kesehatan dengan praktik hidup sehat sehari-hari.
Karena itu, Harisson mendorong tenaga kesehatan lebih aktif melakukan edukasi, deteksi dini faktor risiko penyakit, serta memperkuat pendekatan berbasis data dan evidence-based practice.
“Jangan hanya fokus mengobati. Pencegahan jauh lebih penting. Lingkungan, sanitasi, pola hidup, semua itu harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Selain menekankan pencegahan, Harisson juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kualitas kesehatan masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, organisasi profesi hingga pemerintah daerah.
Menurutnya, transformasi kesehatan hanya dapat berjalan jika semua pihak bergerak bersama.
Ia juga menekankan tenaga kesehatan, khususnya perawat, harus siap beradaptasi dengan transformasi digital agar pelayanan semakin efektif dan efisien.
“Sekarang era digital. Perawat harus siap beradaptasi, memanfaatkan teknologi untuk pencatatan, pelaporan, hingga pemantauan kesehatan masyarakat,” katanya.
Harisson menyebut perawat komunitas memiliki peran vital karena menjangkau hingga desa dan wilayah terpencil, sehingga peningkatan kompetensi dan pembinaan profesi harus terus diperkuat.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan tenaga kesehatan saat menjalankan tugas pelayanan.
“Menolong masyarakat penting, tapi keselamatan diri juga prioritas. Ada keluarga yang menunggu kita pulang,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kalimantan Barat, Juliansyah, menyebut seminar nasional dan Kongres Wilayah I IPKKI menjadi momentum penting memperkuat organisasi profesi perawat komunitas di daerah.
Menurutnya, keberadaan IPKKI akan memperkuat pembinaan profesi berbasis kompetensi sekaligus mendukung pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
“IPKKI hadir agar pembinaan perawat komunitas lebih fokus dan sesuai kebutuhan. Ini akan memperkuat dukungan terhadap program kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kongres wilayah pertama tersebut melahirkan kepengurusan yang solid dan program kerja yang berdampak nyata bagi penguatan peran perawat komunitas di Kalimantan Barat. (*)












