KabarKalimantan.id — Proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kutai Timur telah selesai, lalu Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (PLN UPP KLT 2) kembali menyambungkan sistem interkoneksi Kaltim-Kaltara melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) berkapasitas 150kV.
Sehingga interkoneksi sistem kelistrikan di dua provinsi yakni Kaltim dan Kaltara sudah tuntas. Hal ini disampaikan General Manager (GM) PLN UIP KLT Raja Muda Siregar.
“Saat ini interkoneksi sistem Kaltim – Kaltara sudah di support dari Tanjung Redeb ke Tanjung Selor melalui SUTT 150kV. Untuk perkuatan sistem kelistrikan agar semakin andal, dibangunlah jaringan mulai dari Kutai Timur hingga Tanjung Redeb,” ungkapnya.
Lanjut Raja Muda Siregar menambahkan jika jaringan transmisi yang saat ini dikerjakan yaitu SUTT 150kV Sangatta – Muara Wahau dengan total 326 tower dan panjang 250 kilometer sirkuit (kms).
“Pembangunan ini tentunya juga semakin menaikkan rasio elektrifikasi di Pulau Kalimantan,” pungkasnya.
Lanjut Raja mengatakan progres pembangunan saat ini dalam tahap pra konstruksi, tercatat sebanyak 326 menara tower akan dibangun untuk menyalurkan daya listrik dari Gardu Induk Sangatta yang ada di Sangatta Utara hingga Gardu Induk Muara Wahau untuk kemudian didistribusikan kepada konsumen.
Melalui UPP KLT 2 rangkaian kegiatan dalam rangka pengadaan tanah sedang dilakukan secara paralel, seperti inventarisasi, sosialisasi rencana pembangunan dan juga musyawarah.
“Salah satunya dengan PT Tapian Nadenggan, dimana terdapat 25 titik lokasi tapak tower yang berada di area usaha perkebunan PT Tapian Nadenggan,” jelas Raja.
Tentang SUTT 150 kV
Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV adalah bagian penting dari infrastruktur listrik yang digunakan untuk mentransmisikan listrik dari pembangkit listrik ke daerah penerima, seperti kota-kota dan industri. Berikut adalah beberapa poin penting tentang Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV:
Fungsi Utama: Saluran ini berfungsi sebagai sarana untuk mentransfer listrik tegangan tinggi dari pusat pembangkit listrik (seperti PLTA, PLTU, atau PLTG) ke subtransmisi atau distribusi. Tegangan 150 kV dipilih karena efisiensi transmisi yang baik dan kemampuan untuk menjangkau jarak transmisi yang moderat.
Komponen Utama: Saluran udara tegangan tinggi terdiri dari beberapa komponen utama, termasuk tiang penyangga (tower), kabel konduktor yang terbuat dari aluminium atau paduan aluminium, isolator untuk memisahkan kabel konduktor dari tiang penyangga, dan peralatan lainnya seperti pemanjat, penahan kabel, dan perangkat perlindungan.
Keamanan dan Perlindungan: Konstruksi saluran udara tegangan tinggi didesain untuk menghadapi berbagai kondisi lingkungan dan beban listrik yang tinggi. Isolator yang digunakan harus mampu menahan tegangan listrik yang tinggi dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem seperti hujan, angin, dan suhu ekstrem.
Penyusunan dan Jarak Antar Tower: Saluran 150 kV sering kali memiliki penyusunan konduktor dalam konfigurasi tertentu (misalnya, konfigurasi bundel) untuk meningkatkan kapasitas transmisi dan mengurangi rugi daya. Jarak antar tiang penyangga (tower) biasanya cukup besar untuk memastikan keamanan dan menghindari gangguan yang disebabkan oleh pepohonan, bangunan, atau jaringan lainnya.
Pemeliharaan dan Monitoring: Pemeliharaan rutin dan monitoring kondisi saluran udara tegangan tinggi sangat penting untuk memastikan kehandalan dan efisiensi operasional. Ini termasuk pemeriksaan rutin terhadap tiang penyangga, konduktor, isolator, dan peralatan perlindungan untuk mendeteksi potensi kerusakan atau keausan yang dapat mempengaruhi kinerja transmisi.
Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV memiliki peran krusial dalam memastikan distribusi listrik yang stabil dan efisien di berbagai wilayah. Dengan teknologi dan standar keselamatan yang terus berkembang, saluran ini terus dijadikan fokus untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem kelistrikan secara keseluruhan.












