KabarKalimantan.id – Anggota DPD RI, Syarif Melvin, mengapresiasi antusiasme dan sikap kritis siswa dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di SMA Negeri 6 Pontianak, Kamis (12/3/2026).
Menurut Melvin, partisipasi aktif siswa dalam diskusi menjadi sinyal positif bahwa generasi muda mulai memiliki kesadaran untuk memahami dan mengawal arah pembangunan bangsa.
“Saya melihat siswa-siswi di sini sudah mulai berani bertanya dan berpikir kritis. Ini hal yang sangat baik, karena masa depan bangsa ditentukan oleh generasi yang tidak hanya paham, tetapi juga peduli,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Melvin berdialog langsung dengan para siswa mengenai pentingnya nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika pembangunan, baik di daerah maupun nasional.
Baca Juga : Wazib Chapter Kalbar Serukan Solidaritas untuk Kemerdekaan Palestina
Ia menekankan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Namun, menurutnya, pemahaman terhadap kebangsaan tidak cukup hanya sebatas teori.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. Mereka harus mampu melihat secara kritis, apakah pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat atau tidak,” tegasnya.
Melvin juga mencontohkan berbagai dinamika pembangunan di Pontianak dan Kalimantan Barat yang perlu disikapi secara objektif oleh generasi muda. Ia menilai, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur seperti jalan dan gedung, tetapi juga dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
“Ketika ada pembangunan, kita harus bertanya: apakah membuka peluang ekonomi? apakah meningkatkan kesejahteraan? atau justru menimbulkan persoalan baru. Sikap kritis seperti ini adalah bagian dari tanggung jawab warga negara,” jelasnya.
Ia kemudian mengaitkan pentingnya pola pikir kritis tersebut dengan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, pemahaman terhadap empat pilar tidak boleh berhenti pada hafalan, tetapi harus menjadi landasan dalam berpikir dan bersikap terhadap berbagai persoalan sosial.
Baca Juga : Menyusuri Tahun Pertama Kepemimpinan Lucky Hakim di Indramayu dan Respons Cepat terhadap Aduan Warga
“Kebangsaan itu bukan hanya dihafal, tapi dipraktikkan dalam cara kita melihat dan merespons realitas di sekitar,” tambahnya.
Sementara itu, pihak SMA Negeri 6 Pontianak menyambut baik kegiatan tersebut. Pihak sekolah menilai sosialisasi seperti ini memberikan perspektif baru bagi siswa yang tidak selalu didapatkan dalam pembelajaran di kelas.
Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan dan kepedulian sosial.
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis. Para siswa tampak aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai isu pembangunan daerah, kebangsaan, serta peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan kemajuan bangsa. (*)












