Berita  

Menyusuri Tahun Pertama Kepemimpinan Lucky Hakim di Indramayu dan Respons Cepat terhadap Aduan Warga

Evaluasi setahun kepemimpinan Lucky Hakim di Indramayu menunjukkan berbagai program percepatan pembangunan, termasuk penanganan 93 persen aduan masyarakat.

KabarKalimantan.id – Genap satu tahun Lucky Hakim memimpin Kabupaten Indramayu sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025. Dalam periode awal kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Syaefudin, berbagai program percepatan pembangunan mulai digulirkan dengan tujuan merespons kebutuhan masyarakat secara langsung.

Pemerintahan Lucky Hakim membawa visi besar bertajuk Indramayu REANG yang merupakan akronim dari Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam 14 Program Percepatan yang dirancang sebagai langkah nyata untuk memperbaiki berbagai sektor pembangunan, mulai dari sosial, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

Selama tahun pertama masa kepemimpinannya, sejumlah kebijakan dan program yang dijalankan mulai menunjukkan perkembangan, termasuk dalam penanganan aduan masyarakat yang tercatat mencapai tingkat penyelesaian hingga 93 persen.

Penguatan Nilai Religius melalui Program Mengaji dan Zakat

Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Lucky Hakim menempatkan pembangunan spiritual sebagai bagian penting dari arah kebijakan daerah. Upaya ini diwujudkan melalui sejumlah program yang bertujuan memperkuat nilai religius di tengah masyarakat.

Salah satu program yang digalakkan adalah Indramayu Mengaji. Program ini mendorong aktivitas keagamaan melalui kegiatan Hafidz Quran, Khataman 30 Juz, hingga pembangunan Rumah Tahfidz di berbagai wilayah.

Selain itu, terdapat pula program Indramayu Berzakat yang mulai digagas sekitar satu bulan setelah Lucky Hakim menjabat sebagai bupati. Program ini menghimpun dana zakat yang kemudian disalurkan secara transparan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, seperti bantuan sosial, program pemberdayaan ekonomi, hingga beasiswa pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembangunan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek fisik, tetapi juga pembinaan karakter dan solidaritas sosial.

Pembenahan Pendidikan dan Kesehatan untuk Penguatan SDM

Sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indramayu.

Di bidang pendidikan, program Indramayu Belajar menghadirkan sejumlah inovasi. Salah satunya adalah pembentukan Sekolah Rakyat yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Selain itu, terdapat program Sanggar Seni Masuk Sekolah (SSMS) yang dirancang untuk memperkuat pembelajaran budaya sekaligus menjaga kelestarian seni lokal.

Sementara itu di sektor kesehatan, pemerintah daerah berencana mengaktifkan kembali bangunan bekas RS Reysa di Cikedung Lor untuk dijadikan rumah sakit umum daerah (RSUD). Kebijakan ini bertujuan mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit yang berada di pusat kota sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Indramayu bagian barat.

Pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan layanan BPJS kesehatan, melakukan berbagai upaya penurunan angka stunting, serta menyediakan layanan cek kesehatan gratis yang telah menjangkau ribuan warga.

Perhatian pada Sektor Pertanian sebagai Lumbung Pangan

Sebagai salah satu daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional, sektor pertanian menjadi perhatian penting dalam kebijakan pemerintah daerah.

Untuk mendukung kesejahteraan petani, pemerintah kabupaten membangun 31 demplot pertanian yang tersebar di seluruh kecamatan. Demplot tersebut berfungsi sebagai pusat edukasi sekaligus lahan percontohan bagi petani dalam menerapkan teknik budidaya yang lebih efektif.

Selain itu, pendekatan alami juga diterapkan untuk mengatasi persoalan hama tikus yang kerap merugikan petani. Pemerintah memanfaatkan predator alami seperti ular dan burung hantu sebagai bagian dari pengendalian hama.

Upaya perlindungan petani juga dilakukan melalui penguatan Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang bertujuan memberikan perlindungan apabila terjadi gagal panen.

Perbaikan Infrastruktur Jalan untuk Mendukung Mobilitas

Persoalan jalan rusak selama ini menjadi salah satu keluhan utama masyarakat Indramayu. Pemerintah daerah pun menjadikannya sebagai prioritas dalam program percepatan pembangunan.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun 2025, sejumlah kegiatan perbaikan jalan telah dilakukan, antara lain:

  • Pemeliharaan rutin terhadap 74 ruas jalan dengan total panjang mencapai 270 kilometer.
  • Rekonstruksi jalan pada 32 ruas jalan kabupaten sepanjang 28 kilometer.
  • Rehabilitasi jalan desa di 349 titik dengan panjang sekitar 75 kilometer.

Beberapa proyek strategis yang telah selesai dikerjakan antara lain pembangunan jalan beton sepanjang 2,6 kilometer di ruas Situraja–Kiarapayung serta perbaikan ruas jalan Pondoh. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Super Apps dan Respons Aduan Masyarakat

Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik, pemerintah daerah juga melakukan transformasi digital. Salah satu langkah yang diambil adalah meluncurkan Super Apps Wong Reang dan kanal pengaduan masyarakat Wong Reang Wadul.

Melalui sistem ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai keluhan maupun laporan secara langsung kepada pemerintah daerah. Data dari Diskominfo menunjukkan bahwa pada 100 hari pertama pemerintahan, terdapat 929 aduan masyarakat yang masuk melalui kanal tersebut.

Dari jumlah tersebut, 871 aduan berhasil ditangani, atau setara dengan 93 persen tingkat penyelesaian oleh perangkat daerah terkait.

Selain memperkuat transparansi pelayanan publik, pemerintah daerah juga melakukan reformasi birokrasi. Salah satunya melalui percepatan penerbitan 1.000 izin usaha serta pengisian jabatan direksi di BUMD PT. BWI dan Perumda Tirta Darma Ayu melalui mekanisme seleksi terbuka untuk memastikan profesionalisme pengelolaan.

Program Sosial dan Lingkungan untuk Masyarakat

Di bidang sosial, pemerintah daerah meluncurkan program REANG EMAN NING SEMA (Sayangi Ibu). Program ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN) sebagai pendamping bagi warga lanjut usia agar mendapatkan perhatian dan pendampingan yang memadai.
Selain itu, sejumlah program pembangunan lingkungan dan pemukiman juga dilaksanakan, antara lain:

  • Pembangunan SPAM (Sumur Bor) di 16 desa untuk memperluas akses air bersih.
  • Pembangunan SPALD atau MCK sebanyak 184 unit di 9 desa guna meningkatkan sanitasi masyarakat.
  • Normalisasi sungai melalui pengerukan di 13 muara sungai untuk mengurangi risiko banjir sekaligus membantu aktivitas nelayan.

Tantangan Memasuki Tahun Kedua Kepemimpinan

Satu tahun pertama kepemimpinan Lucky Hakim menjadi fase awal dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan di Kabupaten Indramayu. Berbagai langkah percepatan telah dilakukan, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga pembenahan layanan publik.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih harus dihadapi, terutama dalam menjaga konsistensi pembangunan ekonomi serta pemerataan infrastruktur hingga wilayah desa.

Dengan semangat visi REANG, pemerintah daerah menargetkan Indramayu dapat terus berkembang menjadi daerah yang lebih maju, dengan pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.***