Berita  

Festival Olahraga Tradisional Kalbar 2026 Hidupkan Semangat Budaya dan Kebersamaan

Olahraga tradisional memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran masyarakat sekaligus mempertahankan identitas budaya lokal

FOTO - Ketua Kormi Kalbar Sekaligus Sekda Kalbar Harisson saat berfoto bersama gelaran “Harmoni dalam Gerak: Festival Olahraga Tradisional Masyarakat Kalbar 2026” yang berlangsung di Museum Kalimantan Barat, Minggu (17/5/2026).

KabarKalimantan.id – Semangat pelestarian budaya dan gaya hidup sehat terasa kuat dalam gelaran “Harmoni dalam Gerak: Festival Olahraga Tradisional Masyarakat Kalbar 2026” yang berlangsung di Museum Kalimantan Barat, Minggu (17/5/2026).

Festival yang diikuti lebih dari 300 peserta dari kalangan mahasiswa, masyarakat umum, hingga komunitas budaya itu menghadirkan beragam olahraga tradisional khas nusantara seperti gasing, sumpit, panahan tradisional, engrang, terompah, ketepel, hingga gala hadang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia sekaligus Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harison, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat Sugeng Hariadi, Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat Juliadi, serta Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak Rizal.

Ketua Panitia, Rubiyatno, menjelaskan bahwa festival tersebut mendapat dukungan dari Program Dana Indonesiana yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

Baca Juga : Petani Kelapa Kubu Raya Kalbar Keluhkan Harga Jual Anjlok

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang hiburan dan olahraga masyarakat, tetapi juga sarana edukasi budaya dan penguatan karakter generasi muda.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan budaya dan permainan tradisional daerah Kalimantan Barat sekaligus menjadi media edukasi budaya dan hiburan positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan Kalbar, Juliadi, menyampaikan bahwa festival tersebut menjadi salah satu penerima manfaat Program Dana Indonesiana yang memang ditujukan untuk mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional.

Ia juga mengajak masyarakat, komunitas budaya, hingga lembaga yang bergerak di bidang kebudayaan untuk memanfaatkan program hibah tersebut sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya daerah.

Dalam sambutannya, Harison menegaskan bahwa olahraga tradisional memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran masyarakat sekaligus mempertahankan identitas budaya lokal.

“Tugas KORMI pada prinsipnya adalah mengolahragakan masyarakat agar tetap aktif, sehat, dan bugar. Karena itu olahraga tradisional harus terus digalakkan agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Ia menilai olahraga tradisional perlu dikemas lebih kreatif agar mampu menarik minat generasi muda sekaligus menjadi ruang memperkuat nilai sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Festival berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat yang hadir. Selain menjadi ruang kompetisi dan hiburan, kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat modern.

Melalui “Harmoni dalam Gerak 2026”, penyelenggara berharap festival ini dapat menjadi agenda budaya tahunan yang memperkuat persatuan, meningkatkan kesadaran budaya, serta mendorong masyarakat Kalimantan Barat hidup lebih aktif dan sehat. (*