Kalbar  

Fomda Kalbar Tuntut Penyelesaian Teror di Air Upas Ketapang

Aksi menyoroti persoalan infrastruktur yang masih menjadi menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat

AKSI - Sejumlah anggota Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah Se-Kalimantan Barat (FOMDA Kalbar) saat menggelar aksi di Kantor Gubernur Kalbar, Senin, (27/04/2026).

KabarKalimantan.id – Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah Se-Kalimantan Barat (FOMDA Kalbar) menggelar aksi di Kantor Gubernur Kalbar, Senin, 27 April 2026.

Dalam aksinya, mereka menuntut penyelesaian terhadap aksi teror yang terjadi di Air Upas, Kabupaten Ketapang.

Terlihat masa aksi juga membawa kain hitam bertuliskan “Air Upas diteror pemerintah tidur rakyat jadi korban,”.

Koordinator Pusat FOMDA Kalbar, Syarif Falmu mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk serius mengusut kasus tersebut.

Baca Juga : Gubernur Norsan Pimpin Talbiyah Saat Lepas Jemaah Haji Muhammadiyah ke Tanah Suci

“Kasus ini belum terselesaikan secara tuntas, masyarakat masih hidup dalam rasa tidak aman akibat belum adanya kejelasan penanganan kasus tersebut,” ucapnya.

Kemudian, mereka juga menyoroti persoalan infrastruktur yang masih menjadi menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Kemudian, permasalahan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Barat.

Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan harus merata ke semua daerah.

“Tuntutan kami ini lahir dari kondisi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di Kalimantan Barat,” terangnya. (*)