KabarKalimantan.id – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan resmi melepas keberangkatan jemaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Kalbar, sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapan fisik, kekhusyukan ibadah, dan menjaga akhlak demi meraih haji mabrur.
Pelepasan berlangsung di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (26/4/2026), dalam suasana khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan.
Di hadapan ratusan jemaah, Norsan menyampaikan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi ibadah yang juga menuntut kesiapan fisik yang kuat, terutama menghadapi rangkaian ibadah puncak di Tanah Suci.
“Ibadah haji adalah ibadah fisik dan rohani. Tawaf, sa’i, hingga melontar jumrah membutuhkan stamina. Karena itu kesehatan harus benar-benar dijaga, khususnya menjelang wukuf di Arafah,” pesannya.
Baca Juga : Ria Norsan Resmikan Pembangunan Rumah Quran, Ajak Jamaah Gemakan Shalawat di Pontianak
Dalam sambutannya, Norsan juga menghadirkan suasana hangat dengan mengenang pembina Muhammadiyah Kalbar, H. Hasan Gapar, yang disebut sebagai guru agama sekaligus pembimbing hajinya saat pertama menunaikan ibadah haji pada 2003.
“Beliau guru saya dan pembimbing ibadah saya. Alhamdulillah sampai hari ini masih sehat di usia 81 tahun,” ujarnya yang disambut tepuk tangan jamaah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PWM Kalbar, Dr. H. Pabali Musa, perwakilan Kementerian Agama Kalbar H. Kamaludin, serta pembimbing ibadah H. Basuki.
Selain soal kesiapan fisik, Gubernur juga mengingatkan jemaah agar menjaga lisan, sikap dan perilaku selama berhaji. Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 197, ia menekankan tiga hal yang harus dihindari saat berihram, yakni rafats, fusuk, dan jidal.
Menurutnya, menjaga akhlak selama berhaji menjadi bagian penting untuk meraih kemabruran.
“Haji bukan hanya soal ritual, tapi juga soal menjaga sikap, kesabaran dan kebersamaan,” ujar Ria Norsan.
Dalam suasana cair, Norsan juga sempat menyisipkan candaan ringan yang mengundang tawa para jemaah, khususnya saat mengingatkan agar tidak terlalu fokus berbelanja oleh-oleh.
“Tujuannya haji mabrur, bukan membeli emas berkilo-kilo. Fokus ibadah dulu,” ujarnya disambut gelak tawa hadirin.
Menjelang akhir acara, suasana semakin haru ketika Gubernur memimpin para jemaah melantunkan talbiyah bersama, menghadirkan nuansa spiritual yang khusyuk di Pendopo Gubernur.
Norsan berharap seluruh jemaah asal Kalimantan Barat dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik, menjaga kesehatan dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
“Saya berharap Bapak dan Ibu berangkat dengan niat tulus, menjalankan ibadah dengan sempurna, dan pulang dalam keadaan sehat serta memperoleh haji mabrur,” pungkasnya. (*)












