Mentan Andi Amran Sulaiman Minta Isu 29 Ribu Ton Beras Rusak Tak Dibesar-besarkan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan temuan 29 ribu ton beras rusak hanya 0,07 persen dari total stok nasional. Pemerintah pastikan stok beras aman dan tetap tersedia.

KabarKalimantan.id — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta masyarakat untuk tidak membesar-besarkan isu temuan 29 ribu ton beras rusak yang ditemukan di sejumlah gudang cadangan beras pemerintah.

Amran menegaskan, jumlah beras yang mengalami penurunan mutu tersebut sangat kecil, yakni hanya 0,07 persen dari total stok nasional sebesar 4,2 juta ton. Ia memastikan bahwa kondisi tersebut tidak berpengaruh terhadap ketersediaan beras nasional yang tetap aman.

“Tidak perlu dibahas berlebihan. Jumlah beras yang turun mutu itu hanya 0,07 persen dari total cadangan beras pemerintah. Artinya sangat kecil dan masih bisa dimanfaatkan,” ujar Andi Amran Sulaiman usai mengikuti rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Lebih lanjut, Mentan menegaskan bahwa beras yang mengalami penurunan mutu tidak sepenuhnya terbuang. Menurutnya, beras tersebut masih memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti pakan ternak.

“Beras yang rusak itu masih ada nilai ekonominya, bisa dijual untuk pakan ternak. Jadi tidak benar kalau dianggap merugikan negara,” tambahnya.

Isu mengenai beras rusak ini mencuat setelah beberapa gudang Bulog dilaporkan menyimpan stok yang berubah warna atau menurun kualitasnya akibat faktor penyimpanan. Namun, pemerintah memastikan kondisi itu tidak memengaruhi stok cadangan nasional yang tetap dalam kondisi aman.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk membangun gudang beras baru di berbagai wilayah. Upaya ini diharapkan dapat memperpanjang umur simpan beras dan menjaga kualitas cadangan pangan nasional.

Selain membangun fasilitas baru, pemerintah juga menyewa gudang tambahan berkapasitas 1,2 juta ton guna memastikan ketersediaan ruang penyimpanan menjelang musim panen dan penyaluran bantuan pangan.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus meminimalkan potensi kerugian akibat penurunan mutu beras di gudang penyimpanan.