KabarKalimantan.id – Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kota Pontianak optimistis mampu meraih prestasi pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Kalimantan Barat yang akan digelar di Kota Singkawang.
Selain memburu medali, kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus seleksi atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2027.
Ketua APPSBI Kota Pontianak, Andhika Permana, mengatakan seluruh persiapan kontingen telah dilakukan secara maksimal melalui program latihan yang menitikberatkan pada peningkatan teknik, kondisi fisik, mental bertanding, disiplin, dan kekompakan tim.
“Keberhasilan dalam sebuah kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga hasil dari proses latihan yang konsisten, semangat pantang menyerah, serta dukungan semua pihak,” ujarnya.
Pada FORPROV II, APPSBI Kota Pontianak menurunkan 19 atlet yang akan berlaga pada enam kategori pertandingan. Seluruh atlet merupakan hasil pembinaan perguruan yang telah melalui proses seleksi dan evaluasi.
Baca Juga : PLN Pastikan Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan Akibat Krisis Pasokan Energi
Andhika berharap para atlet mampu menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengharumkan nama Kota Pontianak di tingkat provinsi.
Menurutnya, target APPSBI bukan hanya mengoleksi medali, tetapi juga membangun regenerasi atlet pencak silat budaya yang mampu berprestasi secara berkelanjutan.
“Prestasi harus dibangun melalui pembinaan jangka panjang sehingga atlet memiliki pengalaman bertanding, karakter yang kuat, dan kepercayaan diri untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan atlet yang mampu meraih prestasi pada FORPROV II akan diprioritaskan untuk memperkuat kontingen Kalimantan Barat pada FORNAS 2027.
“FORPROV menjadi bagian dari proses pembuktian kualitas atlet sekaligus seleksi menuju FORNAS. Harapannya mereka dapat menjadi tulang punggung kontingen Kalimantan Barat di tingkat nasional,” jelasnya.
Selain mengejar prestasi, APPSBI Kota Pontianak terus menanamkan nilai-nilai budaya, etika, disiplin, dan sportivitas kepada seluruh atlet. Menurut Andhika, pencak silat budaya bukan sekadar olahraga, tetapi juga warisan budaya bangsa yang mengajarkan rasa hormat, tanggung jawab, dan persaudaraan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, ofisial, orang tua atlet, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan selama ini.
Menjelang keberangkatan ke Singkawang, Andhika berpesan agar seluruh atlet bertanding dengan penuh semangat, menjaga nama baik daerah, menaati seluruh peraturan pertandingan, serta menampilkan kemampuan terbaik tanpa rasa takut.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh pengurus, APPSBI Kota Pontianak optimistis mampu mempersembahkan prestasi membanggakan pada FORPROV II sekaligus memperkuat eksistensinya sebagai salah satu kekuatan pembinaan pencak silat budaya di Kalimantan Barat. (*)














