Ria Norsan Gelar Pasar Murah, Paket Sembako Bersubsidi Dijual Rp50 Ribu Diserbu Warga Teluk Batang

Masyarakat dapat memperoleh paket sembako bersubsidi dengan harga Rp50 ribu sebagai upaya menjaga daya beli sekaligus mengendalikan inflasi daerah

OPERASI PASAR - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalbar Erlina Norsan saat meninjau pelaksanaan operasi pasar murah di Kecamatan Teluk Batang, Jumat (31/7/2026)

KabarKalimantan.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar operasi pasar murah dalam rangkaian Program Gema Membangun Desa di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Jumat (31/7/2026).

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh paket sembako bersubsidi dengan harga Rp50 ribu sebagai upaya menjaga daya beli sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan pasar murah menjadi salah satu program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

Dalam kegiatan itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan 1.000 paket sembako yang telah disubsidi sehingga masyarakat cukup membayar Rp50 ribu per paket.

Baca Juga : Ria Norsan Tinjau Layanan STNK Kilat, Perpanjangan Pajak Selesai Kurang dari 15 Menit

Setiap paket berisi beras, minyak goreng, dan gula yang merupakan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat.

Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi pasar murah untuk mendapatkan paket sembako bersubsidi tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang yang memenuhi area pelayanan.

Ria Norsan menegaskan pasar murah merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Selain pasar murah, Program Gema Membangun Desa juga menghadirkan berbagai layanan publik secara langsung di Kecamatan Teluk Batang sehingga masyarakat dapat mengakses pelayanan pemerintah tanpa harus pergi ke ibu kota kabupaten.

Masyarakat menyambut positif penyelenggaraan pasar murah tersebut karena dinilai mampu meringankan pengeluaran rumah tangga di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, inflasi daerah dapat dikendalikan, serta manfaat berbagai program pembangunan dapat dirasakan secara langsung hingga ke desa-desa.