KabarKalimantan.id – Pembangunan Jalan Tol Pontianak–Kijing kembali menjadi perhatian masyarakat setelah beredar informasi yang menyebut proyek tersebut dicoret dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Syarief Abdullah Alkadri, menegaskan informasi tersebut tidak benar. Pernyataan itu disampaikan sesaat setelah pertemuan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dengan Pemprov Kalbar di Aula Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (15/7/2027) sore.
Menurut Syarief, ruas Tol Pontianak–Kijing memang belum pernah ditetapkan sebagai bagian dari PSN.
Saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap feasibility study (FS) atau studi kelayakan.
Baca Juga : BKSDA Kalbar Gandeng Berbagai Pihak Susun Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Cagar Alam Karimata 2027–2036
Syarief menjelaskan usulan pembangunan jalan tol tersebut telah dibahas di Komisi V DPR RI.
Namun prosesnya masih sebatas kajian kelayakan sebelum dapat masuk ke tahap berikutnya.
“Tol Pontianak memang sudah kita usulkan dan sudah dibahas di Komisi V DPR RI, tetapi masih pada tahap FS. Jadi kalau ada yang mengatakan pembangunan Tol Pontianak–Kijing dicoret dari PSN, saya tegaskan itu tidak benar, karena memang belum masuk dalam PSN,” ujarnya.
Dirinya mengatakan realisasi pembangunan jalan tol sangat dipengaruhi kemampuan fiskal pemerintah.
Oleh karena itu, pemerintah juga membuka peluang keterlibatan investor atau pihak ketiga dalam pembiayaan proyek.
Kendati demikian, Ami Dolah (Sapaan Karibnya) menilai konektivitas antara Kota Pontianak dan Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah tetap harus menjadi perhatian utama pemerintah.
Menurut Syarief, operasional optimal Pelabuhan Kijing sebagai pelabuhan internasional akan meningkatkan arus logistik dan kendaraan di Kalimantan Barat.
Oleh sebab itu, pemerintah didorong menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk ruas Pontianak–Mempawah–Kijing yang nantinya akan terhubung dengan Jembatan Kapuas III dan jalan lingkar Pontianak.
Ia juga menyebut pembangunan Jembatan Kapuas III telah masuk dalam Rencana Umum Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari penguatan konektivitas dan upaya mengurangi kemacetan di kawasan Pontianak. (*)











