KabarKalimantan.id – Sejumlah pedagang sembako di Kabupaten Kubu Raya mulai kesulitan mendapatkan pasokan produk dari Wings Group, seiring tingginya permintaan dan terbatasnya distribusi sejak usai Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kelangkaan tersebut dirasakan pedagang sejak Maret 2026, dengan stok di tingkat agen yang terus menipis hingga kini.
Salah satu pedagang di Jalan Wonodadi, Hardi, mengaku saat ini sebagian besar barang yang dijual di tokonya hanya mengandalkan sisa stok lama.
“Sekarang ini yang ada hanya stok lama. Setelah Lebaran, barangnya jadi susah didapat,” ujarnya saat ditemui reporter KabarKalimantan.id Kamis (30/04/2026)
Baca Juga : Reformasi Pengelolaan Sampah, Pemkot Pontianak Terapkan Sanitary Landfill di TPA Batulayang
Menurutnya, sejumlah produk yang paling sulit ditemukan di pasaran antara lain kopi kemasan merek Golda serta mi instan Mie Sedaap.
Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, ia hanya memperoleh pasokan dalam jumlah sangat terbatas dari agen.
“Dua hari lalu saya cuma dapat dua dus saja dari agen,” katanya.
Kondisi ini diperparah dengan tingginya permintaan masyarakat terhadap produk-produk Wings, khususnya untuk kategori non food seperti deterjen, kopi, dan mi instan.
Untuk menyiasati keterbatasan stok, Hardi mengaku sempat membeli produk dari jaringan ritel modern seperti Indomaret untuk dijual kembali di tokonya.
“Pernah saya beli kopi di Indomaret untuk dijual lagi, karena di agen tidak ada,” ungkapnya.
Dirinya mengatakan ada beberapa produk Wings cukup diminati dengan berbagai alasan.
Selain produk Wings, kelangkaan juga mulai dirasakan pada sejumlah produk dari perusahaan lain seperti Unilever.
Tak hanya itu, air mineral kemasan ukuran 1.500 ml dari berbagai merek juga mulai sulit ditemukan di pasaran.
Hardi menduga kondisi ini dipicu oleh kenaikan harga bahan baku, seperti plastik, yang berdampak pada proses produksi dan distribusi.
Jika harga dari distributor meningkat, pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual di tingkat konsumen.
“Kalau harga naik, kami juga harus menyesuaikan. Tapi pembeli pasti tetap mengeluh,” pungkasnya. (*)












