UNTAN Kukuhkan Lulusan Perdana PPAr, Perkuat Ekosistem Profesi Arsitek di Kalimantan Barat

kelulusan angkatan pertama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan profesi arsitek di Kalimantan Barat

LULUSAN - Untan ngukuhkan lulusan angkatan pertama Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr). Prosesi kelulusan PPAr Angkatan I digelar oleh Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik UNTAN di Hotel Ibis Pontianak, Senin (27/7/2026)

KabarKalimantan.id – Universitas Tanjungpura (UNTAN) resmi mengukuhkan lulusan angkatan pertama Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), menandai tonggak baru dalam pengembangan pendidikan dan profesi arsitek di Kalimantan Barat sekaligus menjadi program PPAr pertama di Pulau Kalimantan.

Prosesi kelulusan PPAr Angkatan I digelar oleh Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik UNTAN di Hotel Ibis Pontianak, Senin (27/7/2026), dan dihadiri sejumlah tokoh nasional di bidang arsitektur, di antaranya Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Nasional Gregorius Budi Yulianto, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI) Yulianto P. Prihatmaji, Ketua Dewan Arsitek Indonesia Ahmad Saladin, serta jajaran LSP SARSI.

Ketua IAI Kalimantan Barat yang juga Koordinator Program Studi PPAr UNTAN, M. Ridha Alhamdani, mengatakan kelulusan angkatan pertama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan profesi arsitek di Kalimantan Barat.

Baca Juga : Pemprov Kalbar Ajukan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

“Kelulusan PPAr ini menjadi penguat ekosistem pendidikan dan profesi arsitek di Kalimantan Barat. Kini rantai pendidikan arsitektur telah lengkap, mulai dari jenjang Diploma III dan Diploma IV di Politeknik Negeri Pontianak, Sarjana Arsitektur dan Pendidikan Profesi Arsitek di Universitas Tanjungpura,” ujarnya.

Ridha menjelaskan, selain jalur pendidikan yang kini telah lengkap, Kalimantan Barat juga telah memiliki berbagai perangkat pendukung profesi, mulai dari pelaksanaan Ujian Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) hingga Tempat Uji Kompetensi (TUK) LSP SARSI.

Keberadaan fasilitas itu kata Ridha akan mempermudah proses pembinaan dan sertifikasi profesi arsitek di daerah.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah mempercepat implementasi lisensi praktik arsitek sebagai bagian dari penyempurnaan ekosistem profesi.

Dirinya menambahkan, kehadiran Program Pendidikan Profesi Arsitek UNTAN diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang arsitektur sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam mendukung pembangunan daerah.

Lebih lanjut, Ridha juga mengungkapkan jumlah arsitek di Kalimantan Barat yang telah memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) terus meningkat.

Hingga saat ini tercatat 129 arsitek telah mengantongi STRA dari sekitar 320 anggota IAI Kalimantan Barat.

Selain itu, sejumlah arsitek asal Kalimantan Barat juga tengah mengikuti proses sertifikasi ASEAN Architect sebagai upaya meningkatkan daya saing profesi di tingkat regional.

“IAI Kalimantan Barat siap mendukung program pembangunan daerah maupun nasional melalui ekosistem pendidikan dan profesi arsitek yang kini semakin lengkap. Kami optimistis keberadaan PPAr, sistem registrasi, sertifikasi kompetensi, hingga pengembangan lisensi akan menghasilkan arsitek profesional yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)