KabarDayak.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah merilis pertumbuhan ekonomi pasca tiga tahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro, Kamis, (16/5).
BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan, Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan y-on-y tertinggi kedua yaitu sebesar 5,01 persen sementara yang tertinggi adalah Kalimantan Timur dengan pertumbuhan 7,26 persen.
Eko juga menyampaikan jika pertumbuhan ekonomi terendah ada pada Kalimantan Utara dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,78 persen.
“Ekonomi wilayah Kalimantan pada triwulan I-2024 dibanding triwulan IV-2023 atau q-to-q hampir semua provinsi mengalami kontraksi, kecuali Kalimantan Timur yang tumbuh sebesar 0,16 persen,” katanya lagi.
Kontraksi terbesar, kata Eko, dialami oleh Kalimantan Tengah sebesar 6,23 persen, diikuti Kalimantan Selatan sebesar 5,21 persen, Kalimantan Utara sebesar 2,48 persen, dan terakhir Kalimantan Barat sebesar 0,51 persen.
“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi wilayah Kalimantan terhadap perekonomian 34 provinsi triwulan I-2024 y-on-y, Kalimantan Timur menyumbang pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 0,31 persen, diikuti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan dengan nilai pertumbuhan masing-masing sebesar 0,06 persen, serta Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara yang masing-masing menyumbang pertumbuhan sebesar 0,05 persen dan 0,03 persen,” bebernya.
Pertumbuhan ekonomi Kalimantan, seperti wilayah lain di Indonesia, dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang beragam. Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Kalimantan:
Sumber Daya Alam: Kalimantan memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk batu bara, minyak, gas alam, dan hasil hutan. Eksploitasi dan pengelolaan sumber daya alam ini berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi wilayah ini.
Industri Ekstraktif: Industri ekstraktif, seperti pertambangan dan perkebunan, memiliki peran besar dalam perekonomian Kalimantan. Namun, sektor ini juga memiliki dampak lingkungan yang signifikan, dan tantangan dalam hal pengelolaan yang berkelanjutan.
Infrastruktur: Pengembangan infrastruktur, seperti jaringan jalan, pelabuhan, dan bandara, merupakan faktor kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang baik mempermudah distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Investasi dan Pemerintahan: Tingkat investasi yang tinggi dan kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan ekonomi juga berperan penting. Kebijakan yang berpihak pada pengembangan sektor-sektor ekonomi tertentu dan investasi dalam sumber daya manusia dapat memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan Penduduk: Pertumbuhan penduduk yang stabil atau meningkat dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi jika diiringi dengan peningkatan produktivitas dan partisipasi angkatan kerja.
Kondisi Ekonomi Global: Kondisi ekonomi global juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kalimantan, terutama melalui perdagangan internasional dan fluktuasi harga komoditas.
Pengelolaan Lingkungan dan Konservasi: Perlindungan lingkungan dan konservasi sumber daya alam juga memiliki dampak penting terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Upaya untuk mengelola secara berkelanjutan sumber daya alam dan mencegah kerusakan lingkungan dapat membantu menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Semua faktor ini saling terkait dan berdampak satu sama lain dalam menentukan laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperhatikan semua aspek ini dalam merencanakan pembangunan ekonomi wilayah tersebut.












