39 Desa di Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Terendam Banjir

Foto : BPBD Kabupaten Tanah Bumbu melakukan evakuasi warga terdampak banjir dan pemantauan tinggi muka air, Kamis (6/6). (BPBD Kabupaten Tanah Bumbu.)

KabarKalimantan.id — Sebanyak 39 Desa di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan terdampak banjir. Akibatnya 19.241 warga terdampak banjir, dimana terdata sejak lima hari pasca banjir dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi (BPBD) Kalsel, Minggu malam, 9 Juni 2024.

Tingkat ketinggian genangan air dari beberapa kecamatan di Tanah Bumbu sudah mulai surut. Hal ini memudahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kalsel dan tim gabungan dapat melakukan penyaluran bantuan di beberapa wilayah terdampak banjir.

Kepala BPBD Kalsel Raden Surya Fadliansyah mengatakan dari 8 Kecamatan terendam banjir di Tanah Bumbuh, ada 7 terpantau air sudah terpantau surut di Kecamatan Karan Bintan, Kuranji, Batulicin, Sungai Loban, Kusan Hulu, Satui, hingga di Teluk Kepayan.

“Tinggi genangan air sudah mulai surut, ada beberapa kecamatan terdampak juga sudah mulai surut dan tim sudah secepatnya menyalurkan bantuan kepada warga,” ungkap Kepala BPBD Kalsel Raden Surya.

Sementara wilayah yang saat ini difokuskan BPBD Kalsel adalah di Kecamatan Kusan Tengah, dimana debit air masih tergolong cukup tinggi. Dimana ada 3 desa terdampak yakni Karya Bakti, Salimuran dan Tanjung Serang.

Pihak BPBD Kalsel juga menghimbau adanya banjir susulan dan meminta tim dan warga untuk tetap waspada. Kemudian bahaya hewan melata juga perlu diperhatikan bagi para tim BPBD dan gabungan, hal ini dapat membahayakan saat melakukan pemantauan di wilayah terdampak.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 24 desa di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan terendam banjir, Jumat (7/6/2024). Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, banjir sebetulnya sudah melanda sebagian wilayah di Kabupaten Tanah Bumbu terjadi sejak Selasa (4/6/2024). Namun, banjir tak kunjung surut dan meluas, hingga merendam 24 desa di 5 kecamatan dengan ketinggian air 30 sentimeter sampai 75 sentimeter.

Namun hingga berita ini diturunkan sejak 5 hari pasca banjir BPBD Kalsel melaporkan banjir meluas hingga pada 19.241 warga terdampak banjir dari 39 desa, 8 Kecamatan di Tanah Bumbu.

Untuk diketahui sebelumnya di Kalimantan Selatan hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang cukup lama. Imbasnya, empat sungai yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu meluap.

Dilaporkan jika ada sekitar 3.080 unit rumah warga yang terendam. Banjir juga merendam lahan persawahan seluar 845 hektare.

Banjir terjadi akibat luapan air berasal dari empat aliran sungai, yakni Sungai Batulicin di Kecamatan Karang Bintang, Sungai Sebamban di Kecamatan Sungai Loban, Sungai Satui di Kecamatan Satui, dan Sungai Kusan di Kecamatan Kusan Tengah.

Hingga kini sejumlah warga masih tetap bertahan di beberapa lokasi pengungsian yang bebas banjir di Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. BPBD Kabupaten Tanah Bumbu bersama tim gabungan masih terus berupaya dengan menurunkan tim reaksi cepat (TRC) guna melakukan sejumlah penanganan darurat. Penanganan darurat tersebut di antaranya mulai dari pendataan korban terdampak banjir, mengerahkan perahu karet untuk evakuasi warga, serta mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan ke lokasi dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para warga terdampak.