SINTANG – Senyum bangga tak bisa disembunyikan dari wajah Ria Norsan saat duduk di balik kemudi mobil listrik rakitan siswa SMKN 1 Sintang. Di halaman sekolah itu, suara riuh tepuk tangan dan sorak bangga teman-teman siswa mengiringi momen sederhana yang terasa istimewa karya anak daerah dijajal langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat.
Mobil itu bukan buatan pabrik besar. Bukan pula hasil impor. Lahir dari bengkel sekolah, dari tangan-tangan pelajar yang belajar lewat coba-salah, dari guru yang sabar membimbing, dari mimpi anak-anak Sintang yang ingin membuktikan bahwa mereka juga bisa.
“Anak-anak kita ini sudah bisa merakit mobil listrik sendiri. Tadi sudah saya coba mobil listriknya,” ujar Norsan, Senin (23/2/2026).
Tak hanya mobil, Norsan juga mencoba motor listrik karya siswa. Norsan juga berkeliling pelan, sesekali tersenyum melihat detail rakitan yang rapi.
Di matanya, kendaraan itu bukan sekadar proyek sekolah, tapi simbol keberanian generasi muda Kalimantan Barat untuk berinovasi.
Baca Juga : Ria Norsan Desak Pertamina Pulihkan Distribusi BBM di Wilayah Perhuluan Kalimantan Barat
Bagi siswa SMKN 1 Sintang, proyek kendaraan listrik ini bukan hanya tugas praktik. Mereka belajar menghitung rangka, memasang motor listrik, merakit baterai, hingga memastikan kendaraan bisa berjalan dengan aman.
Di sela kunjungan, Norsan berpesan bahwa inovasi seperti ini perlu terus didukung.
“Kalau ada perusahaan yang mau mengembangkan ini, saya rasa bagus. Potensi di Sintang bisa dikembangkan, meningkatkan ekonomi sekaligus kreativitas anak-anak kita,” katanya.
Pesan itu terasa penting, terutama bagi pelajar yang sering merasa mimpi mereka terlalu jauh dari kota besar.
Di Sintang, di sekolah sederhana, mereka menunjukkan bahwa kreativitas tidak mengenal batas.
Kendaraan listrik yang dibuat siswa juga sejalan dengan upaya transisi energi bersih. Bagi Norsan, inovasi anak SMK bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang mas depan ekonomi daerah
Menurutnya jika dikembangkan serius, proyek seperti ini bisa membuka peluang usaha baru, lapangan kerja, hingga industri kecil berbasis teknologi di Kalimantan Barat.
“Pemprov Kalbar tentu mendukung inovasi generasi muda, apalagi yang ramah lingkungan,” tegasnya. (*)












