Kalbar  

Sinergi Kepolisian dan Mahasiswa Pontianak: Kolaborasi Strategis Atasi Kenakalan Remaja dan Wujudkan Indonesia Emas 2045

Dialog Hadirkan Berbagai Pihak Penting

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal Al Mutahar menyampaikan materi dialog kepemudaan yang digelar BEM Polnep, Sabtu (25/10/25). (FOTO: ANWAR)

KabarKalimantan.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk bersinergi aktif dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), khususnya dalam menanggulangi masalah kenakalan remaja yang masih marak, seperti balap liar dan tawuran. Ajakan ini disampaikan dalam sebuah Dialog Kepemudaan yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) pada Sabtu (25/10/2025).

Mewakili Kapolresta Pontianak, Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) Polresta Pontianak, AKP Reynaldi Guzel, menyampaikan bahwa peran mahasiswa sangat strategis dan krusial. Menurutnya, upaya mengatasi kenakalan remaja tidak dapat hanya mengandalkan pihak Kepolisian semata.

“Harapan kami dari Kepolisian, kawan-kawan mahasiswa ini bisa menjadi perpanjangan tangan kami. Kita butuh peran masyarakat, khususnya pemuda, dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota Pontianak,” ujar AKP Reynaldi Guzel.

Kasat Intelkam secara spesifik menyebut beberapa isu kenakalan remaja yang memerlukan perhatian bersama, di antaranya balap liar dan tawuran. Ia berharap mahasiswa dapat memberikan imbauan dan edukasi, mengingat pelaku kenakalan ini mayoritas adalah remaja, pelajar, bahkan mungkin beberapa melibatkan mahasiswa.

“Pendekatan yang dilakukan oleh sesama mahasiswa mungkin lebih mudah diterima daripada yang dilakukan dari pihak Kepolisian,” tambahnya, menekankan pentingnya komunikasi sebaya (peer to peer approach) dalam upaya pencegahan.

Dialog Kepemudaan yang diselenggarakan BEM Polnep ini mengusung tema besar “Peran Strategis Pemuda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Acara yang melibatkan berbagai elemen kepemudaan dan organisasi mahasiswa lintas perguruan tinggi di Pontianak ini menjadi wadah untuk membangkitkan semangat dan daya kritis pemuda.

Presiden Mahasiswa Polnep, Syariful Hidayatullah, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober dan perayaan ulang tahun ke-254 Kota Pontianak.

“Landasan kami membuat dialog ini adalah untuk membangkitkan semangat, agar pemuda di Kota Pontianak ini bergairah lagi dalam berpikir kritis, berinovasi, dan kreatif untuk membangun kota ini,” kata Syariful.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas kota sebagai syarat utama pembangunan. “Kita berharap banyak pemimpin-pemimpin daerah dan negeri dilahirkan dari Kota Pontianak ini, tentunya dengan menciptakan pemuda-pemuda yang berpikir kritis dan kreatif,” tutup Syariful.

Selain perwakilan dari Polresta Pontianak, Dialog Kepemudaan tersebut juga menghadirkan pemateri kredibel lainnya, yaitu perwakilan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Pontianak dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal Al Mutahar. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen kolaboratif antara pemerintah, aparat keamanan, dan pemuda dalam pembangunan kota.