News  

Jaga Kerukunan dalam Keberagaman, HMI Cabang Sambas Gelar Dialog Kepemudaan

Kehadiran pemuda terutama mahasiswa menjadi penting untuk memperkuat persatuan.

DIALOG - Sejumlah pemuda dari kalangan mahasiswa, pengurus BEM, dan organisasi kepemudaan mengikuti Dialog Kepemudaan yang digelar HMI Cabang Sambas di aula Poltesa, Jumat (28/11/2025)

KabarKalimantan.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sambas menggelar Dialog Kepemudaan bertema pemuda bersatu merawat kerukunan dalam keberagaman, Jumat 28/11/2025.

Dialog kepemudaan itu diikuti sejumlah mahasiswa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupeten Sambas, Organisasi Kepemudaan (OKP) serta mahasiswa Poltesa. Kegiatan digelar di aula gedung Kampus Poltesa.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sambas Nazarudin dan Kasat Binmas Polres Sambas Iptu Bambang.

Ketua HMI Cabang Sambas Muhammad Farhan mengatakan, dialog kepemudaan digelar melibatkan sejumlah mahasiswa lintas OKP, pengurus BEM kampus yang ada di Sambas.

Baca Juga : Tingkatkan Mutu Pendidikan Usia Dini, Pemkab Ketapang Susun Buku Kurikulum Satuan PAUD

“Dialog kepemudaan yang kita adakan ini diikuti beberapa mahasiswa, jadi dari total yang sudah kita ajak untuk kegiatan pada hari ini adalah total kurang lebih 50 orang,” ucap Farhan.

Dia menyebutkan, beberapa peserta dialog kepemudaan terdiri dari OKP yang ada di Kabupaten Sambas, seperti HMI, PMKRI, GMNI.

Serta melibatkan pengurus BEM kampus mulai dari Stikes Poltesa dan UNISSAS.

Farhan mengatakan, dari kegiatan itu diharapkan pemuda dapat memiliki peran penting di era kemajuan zaman yang terus berkembang. Sehingga pemuda dapat merawat kesatuan dan keberagaman di tengah masyarakat yang heterogen.

“Harapannya untuk kegiatan ini adalah bagaimana kita sebagai pemuda terhadapkan bagaimana peran pemuda untuk kedepannya sehingga jangan sampai pemuda ini tidak larut dalam perkembangan zaman begitu saja,” ucapnya.

Dia menilai, melalui dialog ini sebagai upaya mahasiswa dan pemuda dapat memberikan kontribusi untuk menjaga kesatuan bangsa Indonesia.

“Karena bagaimana nanti Indonesia mau menuju Indonesia emas 2045 sehingga dengan upaya seperti inilah pemuda memberikan dapat berperan dan dapat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Sementara itu Ketua FKUB Sambas Nazarudin menilai kehadiran pemuda terutama mahasiswa menjadi penting untuk memperkuat persatuan.

“Memang dalam materi kita ini kan untuk memperkuat persatuan kehadiran pemuda ini sangat penting, sekarang di tengah-tengah era media yang luar biasa cepatnya itu sangat ampuh untuk mempengaruhi kehidupan kita,” kata Nazarudin.

Nazarudin bilang, dalam kehidupan berbangsa diperlukan kesadaran untuk saling menjaga nilai-nilai persatuan.

Di samping itu, pemuda harus mampu mencegah hal-al sensitif menyangkut Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA).

“Pertama kehidupan berbangsa dan bernegara kaitan dengan berbangsa negara ini perlu dijaga, tentu sifat-sifat yang bersifat sensitif terhadap hal-hal yang menyangkut suku agama ras antar golongan itu betul-betul menjadi hal yang menjadi perhatian kita,” tuturnya.

Dia melanjutkan, melalui forum dialog tersebut pemuda menjadi paham tentang pentingnya kerukunan berwarga negara.

Di samping itu juga pemuda jadi paham batasan apa saja yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Sehingga jangan sampai ini menjadikan alat ataupun modal untuk bisa melakukan hal-hal yang tidak baik yang pada akhirnya akan menjadikan disintegrasi atau perpecahan di antara masyarakat di antara bangsa di antara pemuda yang ada di NKRI,” katanya. (*)