Tak Hanya ke Kalimantan, Sarawak Siap Pasok Energi hingga ke Brunei dan Singapura

Sarawak Tetap Jadi Kontributor Utama Ekonomi Nasional Lewat Ekonomi Baru

Tak Hanya ke Kalimantan, Sarawak Siap Pasok Energi hingga ke Brunei dan Singapura. (FOTO: UKAS)

KabarKalimantan.id – Premier Sarawak, Datuk Patinggi Tan Sri (Dr) Abang Abdul Rahman Zohari Tun Datuk Abang Openg, menegaskan komitmen Sarawak untuk terus menjadi kontributor utama ekonomi Malaysia. Ia menekankan bahwa hal ini akan dicapai melalui pengembangan ekonomi baru dalam rantai industri bernilai tinggi, dengan target hingga tahun 2030.

Dalam acara perayaan Hari Malaysia 2025 di Bintulu, Premier Abang Zohari menyatakan bahwa Sarawak telah mengembangkan energi terbarukan seperti hidro, hidrogen, dan solar. Berkat hal ini, Sarawak kini dikenal sebagai “Battery of ASEAN” atau “Baterai ASEAN”, yang siap memasok energi ke negara-negara tetangga.

Perluas Jaringan Ekspor Energi ke Brunei dan Singapura

“Dengan kekuatan ini, Sarawak kini dikenal sebagai ‘Battery of ASEAN’, memasok energi tidak hanya untuk rakyat kami, tetapi juga untuk tetangga kami di Kalimantan. Kami juga akan memperluas pasokan energi ke Singapura, Brunei, dan seterusnya ke negara-negara lain di Asia Tenggara,” jelas Premier Abang Zohari.

Ia menambahkan, tema perayaan tahun ini, “Sarawak Maju Makmur Dalam Malaysia”, sangat relevan. Sarawak saat ini telah diakui sebagai salah satu ekonomi terbesar di Malaysia dan bahkan mendapatkan pengakuan sebagai ekonomi berpendapatan tinggi oleh Bank Dunia sejak tahun 2022.

Visi Sarawak Jadi Gerbang ASEAN dan Pusat Inovasi

Dengan Malaysia sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Sarawak siap berperan sebagai pintu gerbang strategis ke wilayah Borneo dan Asia Tenggara. Peran ini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga dalam aspek budaya, pendidikan, dan kerja sama regional.

Premier Abang Zohari juga menyoroti visi Sarawak untuk menjadi wilayah maju dan berkelanjutan dengan target ‘Net Zero Emissions’ pada tahun 2050. Untuk mencapai tujuan ini, ia telah meluncurkan Sarawak Sustainability Blueprint 2030 sebagai panduan untuk memastikan pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan berjalan seiring.

Selain itu, Sarawak juga menunjukkan kemajuan di bidang teknologi digital dan transportasi. Anak-anak muda Sarawak berhasil menciptakan perangkat pengubah daya berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama KETEQ AI. Sementara di sektor transportasi udara, AirBorneo akan beroperasi pada tahun 2026, yang diharapkan dapat meningkatkan sektor penerbangan dan mendorong perdagangan serta pariwisata di kawasan tersebut.