KabarKalimantan.id – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran meluapkan kekecewaannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pendapatan Daerah yang digelar di Gedung Serba Guna Sampit, Jumat lalu.
Dari 65 perusahaan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan yang diundang, hanya enam direktur yang hadir langsung, sementara 32 perusahaan lainnya hanya mengirimkan perwakilan.
Agustiar menilai ketidakhadiran para pimpinan perusahaan mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap pemerintah daerah.
“Kalau saya hadir di sini sebagai Gubernur, mestinya direktur juga datang langsung. Jangan sepelekan pemerintah. Saya beri waktu seminggu, perusahaan mana pun yang bandel, terutama soal pajak, akan saya kejar,” tegas Agustiar.
Sebelumnya, di hari yang sama, Gubernur Kalteng tetap menyempatkan diri menghadiri rakor meski cuaca hujan deras, setelah menjalani agenda padat mulai dari penanaman pohon, pemeriksaan kesehatan gratis di SMAN 1 Sampit, hingga membuka Gubernur Cup Zona Barat di Stadion 29 November.
Selain soal pajak, Agustiar juga menyoroti lemahnya komitmen perusahaan dalam menjalankan kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR), kewajiban plasma, hingga kontribusi terhadap perbaikan jalan rusak akibat kendaraan bertonase berat milik perusahaan.
“Bicara CSR sering tidak konsisten. Plat kendaraan banyak yang pakai plat luar daerah. Jalan rusak, beban anggaran daerah makin berat, sementara keuntungan besar justru kalian bawa keluar Kalteng,” sindirnya.
Agustiar menegaskan tidak menuntut hal berlebihan dari perusahaan, melainkan komitmen nyata untuk mendukung pembangunan daerah.
“Saya bicara masa depan. Mari kita jalankan usaha dengan rukun dan sesuai aturan. Kalau taat regulasi, ekonomi daerah tumbuh, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.












