KabarKalimantan.id – Muhammad Farizi resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat periode 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi dalam Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (12/7/2026).
Farizi ditetapkan sebagai ketua setelah memperoleh dukungan mayoritas pengurus Karang Taruna kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Sebelumnya, ia mendaftarkan diri sebagai bakal calon pada Jumat (10/7/2026) dan mengantongi dukungan dari 11 pengurus Karang Taruna kabupaten/kota, sehingga menjadi calon tunggal dan ditetapkan secara aklamasi.
Pemilihan ketua menjadi agenda puncak Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat yang diawali dengan sidang pleno, dilanjutkan penetapan ketua terpilih, hingga penutupan kegiatan.
Usai ditetapkan sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Farizi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Temu Karya yang telah menyukseskan jalannya forum organisasi tersebut.
“Alhamdulillah, Temu Karya yang dirangkaikan dengan pemilihan Ketua Karang Taruna Provinsi Kalbar serta Karang Taruna kabupaten/kota se-Kalimantan Barat telah berjalan dengan baik dan rampung,” ujarnya.
Baca Juga : Pemprov Kalbar Luncurkan Forum TSBLP/CSR, Perkuat Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pembangunan Daerah
Farizi mengatakan kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat eksistensi Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Karang Taruna harus membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang sosial dan pengembangan generasi muda.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Farizi akan memprioritaskan pembentukan dan penataan struktur kepengurusan Karang Taruna di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar organisasi dapat bekerja secara efektif dan terarah.
Selain itu, ia menargetkan penguatan organisasi hingga ke tingkat desa, RT, dan RW sehingga Karang Taruna dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat dalam mengidentifikasi sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
“Dengan organisasi yang kuat hingga tingkat bawah, Karang Taruna diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya. (*)














