KabarKalimantan.id – Robotiku Pontianak memperkenalkan dunia robotika kepada sekitar 500 siswa SD Mujahidin Pontianak melalui demonstrasi teknologi yang digelar dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang pengenalan ekstrakurikuler robotik yang mengusung pendekatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Sejak pagi, ratusan siswa memadati halaman sekolah untuk menyaksikan berbagai demonstrasi robotik yang dibawakan tim Robotiku Pontianak. Beragam atraksi ditampilkan, mulai dari pertandingan RoboSoccer hingga Drone Soccer, yang menggabungkan keterampilan mengendalikan robot, strategi, dan kerja sama tim.
Senior Trainer Robotiku Pontianak, Patih Uda Azharwafi, mengatakan pembelajaran robotika tidak hanya bertujuan mengajarkan cara merakit atau mengoperasikan robot, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan berpikir anak menghadapi perkembangan teknologi.
Baca Juga : Pencanangan Gerakan Sejuta Vaksin HPV, Sekda Harisson Tegaskan Perempuan Sehat Fondasi Pembangunan Daerah
“Robotik bukan sekadar membuat robot bisa bergerak. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak belajar disiplin, berpikir logis, mampu memecahkan masalah, berkolaborasi dalam tim, serta berani berinovasi. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal penting untuk menghadapi era teknologi yang terus berkembang,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Wafi itu menjelaskan, Robotiku menerapkan pendekatan STEM yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam proses belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Menurutnya, melalui berbagai proyek robotika, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dilatih merancang, menguji, memperbaiki, hingga menemukan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi. Metode tersebut dinilai mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi sejak usia dini.
Antusiasme para siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sorak sorai mewarnai pertandingan RoboSoccer, sementara demonstrasi Drone Soccer menjadi daya tarik tersendiri karena memperlihatkan drone yang dikendalikan layaknya pertandingan olahraga.
Sejumlah siswa juga aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara kerja robot, penggunaan sensor, hingga proses pemrograman. Interaksi tersebut membuat suasana MPLS berlangsung lebih atraktif sekaligus menumbuhkan minat terhadap dunia sains dan teknologi.
Wafi berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan robotika kepada anak-anak di Kalimantan Barat sekaligus mendorong lahirnya generasi yang siap menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di masa depan.
Robotiku Pontianak merupakan cabang dari Robotiku Tangerang, lembaga pendidikan robotika yang berdiri sejak 2011. Selama lebih dari satu dekade, Robotiku telah menyelenggarakan pembelajaran robotika di lebih dari 30 sekolah di wilayah Jabodetabek.
Kehadiran Robotiku Pontianak diharapkan dapat memperluas akses pendidikan robotika di Kalimantan Barat serta mendukung pengembangan kompetensi generasi muda melalui pembelajaran berbasis STEM sejak usia dini. (*)














