Berita  

Sultan Syarif Melvin Tekankan Peran Mahasiswa Ekonomi Dorong Kemajuan Daerah

Anggota DPD RI Dapil Kabar Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kampus STIE Indonesia Pontianak

CINDERAMATA - Anggota DPD RI Dapil Kalbar Syarif Melvin saat memberikan cinderamata pada sela-sela sosialisasi empat pilar di Kampus STIE Indonesia Pontianak.

KabarKalimantan.id — Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan digelar di kampus STIE Indonesia Pontianak pada Jumat, (13/03/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Syarif Melvin sebagai narasumber yang menyampaikan pemikiran mengenai pentingnya peran mahasiswa, khususnya dari bidang ekonomi dan manajemen, dalam mendorong kemajuan bangsa dan pembangunan daerah.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua STIE Indonesia Pontianak, Herianto yang memberikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai relevan dengan peran mahasiswa sebagai generasi intelektual di tengah masyarakat.

Dalam pemaparannya, Melvin menegaskan bahwa mahasiswa ekonomi dan manajemen memiliki peran yang sangat strategis dalam mendorong kemajuan negara.

Baca Juga : Ramadhan Brick Competition Robotiku Pontianak Jaring Bibit Muda Kreatif di Bidang Robotik

Menurutnya, pembangunan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga dipengaruhi oleh gagasan, inovasi, serta kontribusi pemikiran dari kalangan akademisi dan mahasiswa.

Ilmu ekonomi dan manajemen yang dipelajari di bangku kuliah sejatinya memiliki keterkaitan langsung dengan dinamika pembangunan di daerah.

“Oleh karena itu, mahasiswa tidak seharusnya memandang ilmu yang dipelajari hanya sebatas teori akademik, tetapi juga sebagai bekal untuk membaca persoalan nyata yang dihadapi masyarakat,” ucapnya.

Melvin mencontohkan berbagai dinamika pembangunan ekonomi di Pontianak dan wilayah Kalimantan Barat yang menurutnya perlu mendapat perhatian dari kalangan mahasiswa.

Ia menilai bahwa pembangunan ekonomi daerah membutuhkan pemikiran yang kreatif serta pendekatan yang lebih adaptif terhadap kondisi lokal.

“Mahasiswa ekonomi dan manajemen memiliki kapasitas untuk melihat bagaimana sebuah daerah bisa tumbuh secara ekonomi. Mereka belajar tentang manajemen usaha, tata kelola organisasi, hingga strategi pengembangan ekonomi. Semua itu sebenarnya sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa mahasiswa perlu berani mengembangkan gagasan yang dapat berkontribusi bagi penguatan ekonomi lokal. Menurutnya, potensi ekonomi daerah seperti sektor perdagangan, usaha kecil menengah, hingga ekonomi kreatif dapat berkembang lebih optimal apabila didukung oleh pemikiran inovatif dari generasi muda.

Melvin juga menilai bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan – Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika – memiliki kaitan erat dengan arah pembangunan ekonomi bangsa.

Nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam memastikan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya mengejar pertumbuhan semata, tetapi juga memperhatikan keadilan sosial serta pemerataan kesejahteraan.

“Ketika mahasiswa memahami nilai-nilai kebangsaan secara utuh, maka mereka tidak hanya berpikir tentang keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana pembangunan itu memberi manfaat bagi masyarakat secara luas,” katanya.

Baca Juga : AJK Mengantar Puluhan Anak Belanja Pakaian Baru dan Berikan Santunan

Ia juga mengajak para mahasiswa untuk tidak ragu menyampaikan gagasan maupun kritik yang konstruktif terhadap berbagai kebijakan pembangunan.

Menurutnya, sikap kritis dari kalangan mahasiswa merupakan bagian penting dari proses demokrasi yang sehat, selama disampaikan dengan argumentasi yang rasional dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua STIE Indonesia Pontianak, Herianto dalam sambutannya menyampaikan kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan memiliki relevansi yang kuat dengan peran perguruan tinggi dalam membentuk karakter mahasiswa.

Ia menilai mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kemampuan akademik di bidang ekonomi dan manajemen, tetapi juga diharapkan memiliki kesadaran kebangsaan serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan pembangunan di sekitarnya.

Menurut Herianto, kampus merupakan ruang penting untuk membangun tradisi berpikir kritis sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa.

Karena itu, pihak kampus menyambut baik kegiatan yang membuka ruang dialog antara mahasiswa dengan berbagai pemikiran mengenai masa depan bangsa.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memperkaya wawasan mahasiswa, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam memahami tanggung jawab mereka sebagai bagian dari generasi yang akan turut menentukan arah pembangunan bangsa,” terangnya.

Ia juga menambahkan mahasiswa ekonomi dan manajemen memiliki potensi besar untuk terlibat dalam pengembangan ekonomi daerah, baik melalui penelitian, kegiatan kewirausahaan, maupun berbagai gagasan inovatif yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana dialog yang terbuka. Para mahasiswa terlihat aktif menyampaikan pertanyaan serta pandangan terkait berbagai isu pembangunan ekonomi daerah, peluang kewirausahaan, serta peran generasi muda dalam memperkuat daya saing daerah.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan secara konseptual, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan peran mereka sebagai calon pelaku pembangunan di masa depan, khususnya dalam bidang ekonomi dan manajemen. (*)