Kalbar  

Lintas Ormas Kalbar Buka Puasa Bersama di Istana Kadriah, Syarif Melvin Ajak Perkuat Solidaritas Sosial

Bulan Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial

SAMBUTAN - Sultan Pontianak ke-IX yang juga Anggota DPD RI Kalimantan Barat, Syarif Melvin Alkadrie saat memberikan sambutan pada Kegiatan buka puasa bersama lintas organisasi kemasyarakatan (ormas) Kalimantan Barat di Istana Kadriah Pontianak, Sabtu, (14/03/2026).

KabarKalimantan.id – Kegiatan buka puasa bersama lintas organisasi kemasyarakatan (ormas) Kalimantan Barat digelar di Istana Kadriah Pontianak pada Sabtu, (14/03/2026).

Acara tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat kebersamaan antar tokoh masyarakat dan berbagai elemen di daerah.

Hadir dalam kegiatan Sultan Pontianak ke-IX yang juga Anggota DPD RI Kalimantan Barat, Syarif Melvin Alkadrie.

Turut hadir pula Anggota DPR RI Yuliansyah, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pontianak Agus Eko Purnomo.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh KH Zamroni Hasan.

Baca Juga : Perkuat Pendidikan Wilayah 3T, Dewan Pendidikan Kalbar dan PGRI Sungai Laur Gelar FGD

Syarif Melvin Alkadrie mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momen berbuka puasa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus simbol persaudaraan masyarakat Kalimantan Barat.

Menurutnya, bulan Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kembali kebersamaan, serta menghidupkan nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.

Syarif Melvin juga menegaskan Kalimantan Barat merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat yang memiliki latar belakang suku, adat, dan tradisi yang beragam.

Keberagaman tersebut merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga.

Sebagai wakil daerah di DPD RI, dirinya meyakini masa depan Kalimantan Barat tidak hanya bergantung pada kebijakan pembangunan semata, tetapi juga pada persatuan dan keharmonisan masyarakatnya.

Jika masyarakat mampu menjaga saling menghormati dan saling membantu, maka daerah ini diyakini akan terus berkembang menuju kesejahteraan.

Menurutnya, nilai-nilai persaudaraan, keadilan, dan kepedulian terhadap masyarakat telah lama diwariskan dalam tradisi masyarakat Melayu serta dalam sejarah Kesultanan Kadriah Pontianak.

“Ramadhan mengingatkan kita kembali pada nilai-nilai luhur tersebut, bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya terletak pada kekayaan alamnya, tetapi juga pada akhlak serta kebersamaan masyarakatnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Syarif Melvin juga mengungkapkan rencana ke depan untuk melibatkan para ketua ormas dalam struktur adat Kesultanan Kadriah.

Beberapa di antaranya direncanakan akan diangkat sebagai Temenggung maupun Panglima Istana.

Ia menjelaskan, penambahan posisi Panglima Istana diperlukan karena beberapa tokoh sebelumnya telah wafat.

Nantinya, pembentukan Temenggung dan Panglima Istana akan dilakukan di wilayah Kota Pontianak maupun Kalimantan Barat secara lebih luas.

Pelantikan tersebut akan dilaksanakan setelah seluruh persiapan selesai dan momentum yang tepat telah ditentukan.

“InsyaAllah jika semua sudah siap, baik perangkat maupun tokoh yang akan dilantik, maka pelantikan Temenggung dan Panglima dari unsur ormas di Kalimantan Barat akan kita laksanakan,” katanya.

Ia berharap Ramadhan tahun ini dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat serta semakin memperkuat persatuan di Kalimantan Barat, sehingga daerah ini dapat terus berkembang menjadi wilayah yang damai, maju, dan sejahtera. (*)