KabarKalimantan.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di areal konsesi milik perusahaan perkebunan PT Nova Anugerah Abadi (Nova Plantation) di Kecamatan, Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Luas lahan yang hangus terbakar hingga 1.000 hektar lebih. Sebagian besar lahan yang terbakar merupakan kebun yang sudah siap panen.
Saat dikonfirmasi, Koordinator Public Relation PT Nova Anugerah Abadi, Nikolaus Ridiono, mengaku kebakaran yang terjadi berada di dalam Izin Usaha Perkebunan (IUP) perusahaan.
Dirinya menjelaskan, api pertama kali muncul sejak Agustus 2026. Bermula dari lahan masyarakat yang berbatasan langsung dengan konsesi perusahaan.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Beri Apresiasi Dua Pelajar Kalbar Usai Ukir Prestasi di Istana Negara
“Seribu lebih hektare lahan sudah ditanami kelapa sawit, dan umur sawit tersebut sudah siap akan dipanen,” kata Nikolaus, Jumat 4 Jumat 2026.
Nikolaus melanjutkan, kondisi cuaca panas ekstrem dan angin kencang membuat api dengan cepat meluas dari berbagai penjuru.
Meskipun tim pemadam perusahaan telah berupaya menghalau api dengan peralatan yang tersedia, kobaran api yang terlalu besar membuat pihaknya kewalahan dan akhirnya api berhasil masuk ke dalam areal perkebunan.
“Sudah dihalang menggunakan alat, tapi karena api sangat besar akhirnya kewalahan dan masuk ke lahan perusahaan,” jelasnya.
Sebelumnya, ramai video beredar di sosial media yang menayangkan kondisi kebun sawit PT Nova Anugerah Abadi di Kecamatan Matan Hilir Selatan terbakar.
Tampak dari video kebun yang terbakar merupakan pohon sawit yang siap panen. (*)














