KabarKalimantan.id – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai tidak cukup hanya mengandalkan upaya pemadaman ketika api sudah muncul. Kesadaran masyarakat untuk mencegah timbulnya titik api sejak awal menjadi bagian penting dalam menekan risiko karhutla.
Pesan tersebut disampaikan Kelompok 1 Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Sesko TNI AL Angkatan 66 saat memberikan edukasi pencegahan karhutla kepada masyarakat di Masjid Baitul Haq, Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan berlangsung di bawah bimbingan Perwira Pendamping (Panping) Kolonel Marinir Widarta Kusuma, M.Tr.Opsla, dengan Mayor Laut (P) Umar Dhani tampil sebagai narasumber.
Dalam penyampaiannya, Umar mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya perubahan dalam tata kelola lahan, termasuk meninggalkan praktik membakar saat membuka maupun mengolah lahan.
Baca Juga : Norsan Perkuat Penanganan ISPA, 33 Rumah Oksigen dan Puskesmas 24 Jam Beroperasi
“Saya berharap warga Kubu Raya menjadi agen perubahan dalam tata kelola lahan, termasuk meninggalkan praktik membakar ketika mengolah lahan. Upaya itu bisa dilakukan ketika terbangun kesadaran kolektif, sehingga peran masyarakat sangat penting,” ujarnya.
Edukasi tersebut mengangkat tajuk “Cegah Sebelum Terbakar, Deteksi Dini, Lapor Cepat, Tangani Secara Terpadu” sebagai upaya membangun kesadaran bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
“Penanganan karhutla menjadi tanggung jawab bersama, karena ketika asap muncul bukan hanya kesehatan, melainkan transportasi dan ekonomi juga terganggu,” katanya.
Mayor Umar juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai segitiga api yang terdiri atas bahan bakar, sumber panas dan oksigen.
Menurutnya, kebakaran dapat dipicu oleh faktor manusia maupun faktor alam. Sementara dampak karhutla tidak hanya menyentuh lingkungan, tetapi juga kesehatan, ekonomi serta kehidupan sosial masyarakat.
“Karena itu diperlukan deteksi dini, pelaporan cepat dan penanganan yang terpadu agar kebakaran dapat dicegah maupun ditangani sejak awal,” jelasnya.
Ia juga mendorong peningkatan patroli di tingkat desa serta perlindungan terhadap sumber-sumber air sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
“Kepedulian warga masyarakat juga bisa ditingkatkan dengan cara patroli desa dan menjaga sumber air sebagai antisipasi jika kemarau berkepanjangan,” tegas Umar.
Selain memberikan penyuluhan, Kelompok 1 Pasis Dikreg Sesko TNI AL Angkatan 66 turut melaksanakan aksi sosial dengan menyalurkan bantuan berupa paket sembako, sarung dan selimut kepada masyarakat setempat.
Komandan Seskoal juga memberikan bantuan semen serta fasilitas WC dan kamar mandi untuk salah satu masjid di Kabupaten Kubu Raya.
Panping Kelompok 1 Pasis Sesko TNI AL, Kolonel Marinir Widarta Kusuma, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus pengabdian TNI AL kepada masyarakat.
“Kami berharap hadirnya Kelompok 1 Pasis Dikreg Angkatan 66 Sesko TNI AL di Kubu Raya dapat dirasakan manfaatnya. Jangan dilihat dari nilai bantuan yang diberikan, tetapi dari niat dan kepedulian TNI AL kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi antara TNI AL dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya. (*)














