KabarKalimantan.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang yang telah menetapkan status tanggap darurat akibat meningkatnya kejadian karhutla.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan penetapan status tanggap darurat menjadi langkah penting karena membuka akses dukungan yang lebih luas dari pemerintah pusat dalam penanganan bencana.
“Kalau sudah tanggap darurat, pemerintah pusat bisa langsung membantu penanganannya,” kata Norsan saat meninjau lokasi karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/9/2026).
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Kalbar telah menggeser satu unit helikopter water bombing ke Ketapang. Dengan penambahan tersebut, kini terdapat dua armada water bombing yang disiagakan untuk membantu pemadaman dari udara.
Baca Juga : Norsan Perkuat Penanganan ISPA, 33 Rumah Oksigen dan Puskesmas 24 Jam Beroperasi
Namun demikian, upaya pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Selain terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap, banyak titik kebakaran berada di kawasan hutan yang jauh dari sumber air.
Menurut Norsan, kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri karena api dapat membakar hingga ke lapisan bawah tanah sehingga lebih sulit dipadamkan dibandingkan kebakaran di lahan mineral.
Untuk mendukung operasi pemadaman, TNI bersama pihak terkait juga telah membangun sejumlah sumur bor di beberapa lokasi. Pemerintah daerah dan Satgas Karhutla terus mengoptimalkan operasi darat maupun udara guna mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Kalimantan Barat.
Selain itu, Pemprov Kalbar juga tengah menyiapkan berbagai langkah antisipasi tambahan, termasuk menyambut rencana kedatangan tim dari Jepang yang disebut akan berbagi pengalaman dan teknologi dalam penanganan kebakaran lahan gambut. (*)














