RESMI Pimpin HKTI Kalbar, Ria Norsan Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

HKTI harus mampu menjadi wadah yang memperjuangkan kepentingan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah

KIBARKAN PATAKA - Gubernur Ria Norsan saat mengibarkan bendera pataka HKTI Kalbar. Norsan resmi dikukuhkan menjadi Ketua DPD HKTI Kalbar Ketua Umum DPN HKTI yang juga Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Sudaryono di Halaman GOR Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak, Minggu (28/6/2026).

KabarKalimantan.id – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kalimantan Barat. Usai dilantik, ia menegaskan komitmennya menjadikan HKTI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Pelantikan dilakukan Ketua Umum DPN HKTI yang juga Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Sudaryono di Halaman GOR Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak, Minggu (28/6/2026).

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan jalan sehat dan gelar pangan murah yang diikuti ribuan masyarakat. Jalan sehat dilepas langsung oleh Ria Norsan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Erlina Norsan, serta jajaran kepala perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Ria Norsan mengatakan kepengurusan HKTI harus mampu menjadi wadah yang memperjuangkan kepentingan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani di Kalimantan Barat,” ajaknya.

Baca Juga : Bupati Alex Minta Seluruh Pabrik Sawit Pulihkan Harga TBS di Ketapang

Menurut Norsan, amanah sebagai Ketua DPD HKTI Kalbar merupakan tanggung jawab besar yang harus diwujudkan melalui kerja nyata bagi masyarakat tani.

“Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama untuk menghadirkan perubahan nyata, demi tanah yang lebih subur dan senyum petani yang semakin sejahtera di seluruh pelosok Kalimantan Barat. Saya berharap kepengurusan HKTI mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan petani, mendorong inovasi di sektor pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta menghadirkan berbagai solusi nyata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan ketahanan pangan di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan HKTI harus berada di garda terdepan membangun sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat tani agar setiap program benar-benar memberikan manfaat langsung bagi petani.

Norsan juga menilai penyelenggaraan jalan sehat dan gelar pangan murah menjadi bukti bahwa HKTI hadir lebih dekat dengan masyarakat.

“Pelantikan hari ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan Jalan Sehat dan Gelar Pangan Murah. Ini menjadi bukti nyata bahwa HKTI hadir dan dekat dengan rakyat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPN HKTI yang juga Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono menegaskan pemerintah terus memperkuat kemandirian pangan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri.

“Atas arahan Presiden Prabowo, Indonesia mulai tahun 2025 tidak lagi mengimpor beras, jagung, maupun gula. Ke depan, ketergantungan terhadap impor komoditas pangan akan terus kita kurangi,” ujarnya.

Sudaryono menekankan bahwa berbagai kebijakan di sektor pertanian harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani. Ia juga meminta seluruh pabrik kelapa sawit membeli tandan buah segar (TBS) sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Harga CPO sedang tinggi, harga sawit juga tinggi. Karena itu, TBS tidak boleh dibeli di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah. Harga tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah daerah, pabrik kelapa sawit, dan petani. Intinya, di era Presiden Prabowo, petani tidak boleh tidak sejahtera. Petani harus sejahtera,” ujarnya. (*)