Tangis Haru Warnai Haflah Akhirussanah SDIT Ukhuwah 2 Banjarmasin

Haflah Angkatan XIX, Angkatan VI SDIT Ukhuwah 2 Banjarmasin TA 2024-2025.

KabarKalimantan.id — Sebanyak 178 siswa kelas 6 SDIT Ukhuwah 2 Banjarmasin tahun ajaran 2024–2025 resmi dilepas dalam Haflah Akhirussanah yang digelar pada Sabtu, 21 Juni 2025. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh haru ini turut dihadiri para orang tua siswa, guru, dan pimpinan yayasan.

Kepala SDIT Ukhuwah 2, Ustadz Abdul Munshi, menyampaikan bahwa haflah bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada para orang tua atas proses pendidikan yang telah dijalani anak-anak mereka selama enam tahun.

“Alhamdulillah, seluruh siswa menunjukkan prestasi, baik dalam aspek akademik, akhlak, maupun non-akademik. Ini merupakan hasil kerja bersama antara sekolah, guru, orang tua, dan yayasan,” ungkap Munshi.

Ia berharap, para lulusan tetap tumbuh menjadi pribadi tangguh, berakhlak, mandiri, dan peduli lingkungan sebagaimana visi besar sekolah. Munshi juga menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam menjaga semangat belajar anak-anak.

Senada, Kepala SDIT Ukhuwah utama, Ustadz Saiful Rahman, menambahkan bahwa keberlanjutan pembinaan sangat penting, terutama dalam hal ibadah dan kecerdasan sosial.

“Semoga para siswa terus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Capaian Tahfiz dan Doa Orang Tua

Dalam acara tersebut, banyak siswa menorehkan prestasi hafalan Al-Qur’an, termasuk Larry yang telah menghafal enam juz. Ia menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT dan para guru atas bimbingan yang telah diberikan.

“Bersyukur bisa hafal enam juz. Saya ingin jadi pilot dan menjaga hafalan saya,” kata Larry.

Ibunda Larry, Hernida, tak kuasa menahan haru. “Masya Allah, terima kasih kepada para ustadz dan ustazah. Semua anak saya sekolah di Ukhuwah, dan alhamdulillah lulus dengan prestasi,” ucapnya.

Naura Azra, siswi yang menghafal sembilan juz, juga tampil membanggakan. Bersama ibunya, Indah Mutia Rini, ia mengungkapkan bahwa proses menghafal memang tidak mudah, namun sebanding dengan hasil yang diraih.

“Di sekolah ini, siswa diperlakukan seperti keluarga sendiri. Kekeluargaannya sangat terasa,” ujar Indah.

Sistem Pembelajaran yang Mendukung Tahfiz

SDIT Ukhuwah 2 menerapkan sistem dua sif yang mendukung program tahfiz. Di pagi hari, siswa fokus menghafal juz 29 dan 30, sedangkan sore hari diisi dengan pendalaman hafalan. Metode ini dinilai efektif mempercepat daya ingat dan penguatan hafalan Al-Qur’an.

“Pelajaran utama kami memang menghafal Al-Qur’an. Ini bagian dari misi kami mencetak generasi Qurani,” jelas Munshi.

Acara Haflah Akhirussanah kali ini diikuti oleh siswa dari tujuh kelas yang dinamai berdasarkan tokoh-tokoh Islam seperti Al Barra bin Malik, Asma binti Abu Bakar, dan Fatimah binti Rasulullah.

Pada hari itu, tidak hanya anak-anak yang diwisuda, tetapi juga semangat, harapan, dan dedikasi orang tua serta guru yang turut diluluskan. Momen tersebut menjadi tonggak penting dalam proses pembentukan karakter dan semangat menuntut ilmu yang akan terus berlanjut sepanjang hayat.