News  

300 Peserta Ramaikan MTQ ke-34 Pontianak Timur

pentingnya pembentukan karakter sejak dini, agar generasi muda memiliki ketahanan mental, kesabaran, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari

PEMBUKAAN - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur.

KabarKalimantan.id – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) menjadi salah satu instrumen penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Hal itu disampaikan saat membuka MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur di Aula BPMP, Kamis (30/4/2026) malam.

Menurut Bahasan, tantangan global saat ini menuntut generasi muda memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan, nilai-nilai moral, serta kemampuan beradaptasi di tengah perubahan yang cepat.

“Generasi kita harus cerdas berbasis ilmu pengetahuan, memiliki karakter yang kuat, serta mampu beradaptasi dengan perubahan dunia yang sangat cepat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini, agar generasi muda memiliki ketahanan mental, kesabaran, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan ajaran Al-Qur’an yang menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang baik dan berakhlak mulia.

Bahasan juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan ajang MTQ semata-mata sebagai kompetisi, melainkan sebagai proses pembelajaran dan penguatan nilai-nilai kehidupan.

“Kemenangan itu bonus. Yang utama adalah proses, pengalaman, dan nilai-nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Kepada dewan juri, ia berpesan untuk menjaga objektivitas dan profesionalitas dalam penilaian, guna memastikan kepercayaan peserta dan masyarakat tetap terjaga.

Selain itu, Bahasan turut menyoroti pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Pontianak.

Menurutnya, harmoni antarumat beragama yang selama ini terjaga menjadi modal sosial penting dalam membangun kota yang damai dan sejahtera.

“Di Pontianak, masjid dan gereja bisa berdiri berdampingan tanpa konflik. Ini bukti bahwa toleransi kita berjalan dengan baik,” ungkapnya.

MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur diikuti sebanyak 300 peserta dari tujuh kelurahan, terdiri dari 153 peserta putri dan 147 peserta putra.

Beragam cabang diperlombakan, mulai dari tilawah, murattal, hifzil Qur’an, syarhil Qur’an, fahmil Qur’an, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah hadis.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga generasi Qurani yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. (*)