Kalteng Tetap Siaga Karhutla di Musim Hujan, Banjir Tak Meredam Ancaman Kebakaran

Meski Diguyur Hujan dan Dilanda Banjir, Kalteng Tetap Siaga Karhutla

Kalteng Tetap Siaga Karhutla di Musim Hujan, Banjir Tak Meredam Ancaman Kebakaran. (FOTO: DOK. BPBD KALTENG)

KabarKalimantan.id – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) selama beberapa pekan terakhir tidak serta merta membuat aparat penanggulangan bencana lengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalteng menegaskan bahwa status siaga karhutla di musim hujan tetap dijaga ketat, terutama menjelang berakhirnya masa aktivasi pos lapangan (poslap) karhutla.

Curah hujan yang tinggi memang membantu mengurangi jumlah titik api. Berdasarkan laporan harian per 7 September 2025, hanya satu hotspot yang terdeteksi tanpa ada kejadian karhutla. Namun, ancaman kebakaran masih mengintai, khususnya di wilayah rawan seperti area gambut di tenggara dan selatan Kalteng.

Data dan Fakta: Hotspot Menurun, Kewaspadaan Tetap Tinggi

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Alpius Patanan, menegaskan bahwa personel di lapangan tetap didorong untuk siaga penuh. “Hujan memang sering turun, bahkan banjir melanda beberapa daerah, tapi karhutla tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Meskipun laporan harian menunjukkan kondisi yang aman, data akumulasi sepanjang tahun 2025 memberikan gambaran berbeda. Sejak 1 Januari hingga 7 September 2025, tercatat sebanyak 1.793 titik hotspot dengan 485 kejadian karhutla, yang menghanguskan lahan seluas 720,81 hektar. Angka ini menjadi pengingat bahwa potensi bencana karhutla bisa muncul kembali kapan saja.

Untuk mengantisipasi ancaman, sebanyak 77 poslap telah diaktifkan di seluruh Kalteng. Status siaga darurat juga telah ditetapkan melalui SK Gubernur Kalteng dan beberapa keputusan kepala daerah di tingkat kabupaten.

Peningkatan Kapasitas dan Peran Aktif Masyarakat

Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, menyatakan bahwa pihaknya juga fokus pada peningkatan kapasitas personel. Latihan, simulasi, hingga pengarahan rutin digelar untuk memastikan kesiapsiagaan tidak hanya untuk karhutla, tetapi juga untuk bencana lainnya, seperti kebakaran rumah warga.

Toyib menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan. “Kami mengimbau agar tidak melakukan pembakaran lahan kering atau membuang puntung rokok sembarangan,” pesannya.

Meskipun cuaca ekstrem membawa tantangan ganda, yakni karhutla dan banjir, BPBD Kalteng berkomitmen untuk menjaga keseimbangan dalam penanganan bencana. “Tetap siaga terhadap karhutla sembari mengantisipasi dampak cuaca ekstrem lainnya,” tutup Toyib.