Kalsel  

Terobosan Baru, BPSB Kalsel Luncurkan Layanan Digital Berbasis QR Code untuk Sertifikasi Benih

BPSB Kalsel Luncurkan Layanan Digital, Permudah Akses Sertifikasi Benih untuk Petani

Kepala BPSB Kalsel, Zainul Arifin. | Terobosan Baru, BPSB Kalsel Luncurkan Layanan Digital Berbasis QR Code untuk Sertifikasi Benih. (FOTO: MC KALSEL)

KabarKalimantan.id – Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan terobosan baru dengan meluncurkan layanan digital berbasis QR Code. Inovasi ini dirancang untuk mempermudah akses masyarakat, khususnya para petani, dalam mendapatkan informasi dan pelayanan sertifikasi benih secara cepat dan transparan.

Kepala BPSB Kalsel, Zainul Arifin, menyatakan bahwa digitalisasi layanan ini merupakan wujud komitmen mereka untuk memberikan pelayanan prima dan mendukung sektor pertanian yang berkelanjutan di daerah.

Efisiensi dan Transparansi dalam Genggaman

Dengan sistem baru ini, seluruh proses layanan, mulai dari sertifikasi hingga pengawasan peredaran benih, kini terintegrasi. Semua data penting tersimpan dalam satu QR Code yang bisa diakses dengan mudah menggunakan perangkat Android. Hal ini memudahkan petani, pelaku usaha benih, dan masyarakat luas untuk mendapatkan data secara real-time tanpa terhalang jarak.

“Begitu QR Code dipindai, seluruh informasi terkait pelayanan langsung tersedia. Ini sangat memudahkan petani, pelaku usaha benih, dan masyarakat luas dalam mendapatkan data yang mereka butuhkan,” jelas Zainul.

Inovasi ini juga menjadi solusi untuk mengatasi tantangan geografis Kalsel yang luas. Dengan digitalisasi, pelayanan publik bisa dijangkau oleh masyarakat hingga ke pelosok desa, memastikan semua pihak mendapatkan layanan yang sama: cepat, akurat, dan transparan.

Mendukung Pertanian Modern dan Ketahanan Pangan

Lebih dari sekadar efisiensi, peluncuran layanan ini juga sejalan dengan visi pembangunan pertanian modern yang adaptif terhadap teknologi. BPSB Kalsel optimistis, digitalisasi akan memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas benih yang beredar dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas pertanian di Kalimantan Selatan.

Inovasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memajukan sektor pertanian dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.