Kalbar  

Program PASTI Jangkau 4.000 Warga Kalbar: Peran Vital Kader dan Remaja dalam Menekan Angka Stunting 26,8%

Tantangan Stunting di Kalimantan Barat

Program PASTI Jangkau 4.000 Warga Kalbar: Peran Vital Kader dan Remaja dalam Menekan Angka Stunting 26,8%. (FOTO: ISTIMEWA)

KabarKalimantan.id – Upaya percepatan penurunan stunting di Kalimantan Barat menunjukkan hasil menggembirakan berkat pelaksanaan Program PASTI (Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia). Hingga September 2025, program kemitraan ini telah berhasil menjangkau hampir 4.000 orang, terdiri dari 2.901 orang dewasa dan 996 anak, yang tersebar di Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Bengkayang, dan Sekadau.

Program PASTI merupakan kemitraan strategis antara BKKBN, Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), yang diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga Januari 2027.

Masalah stunting (kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis) masih menjadi hambatan serius bagi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting pada balita di Kalimantan Barat mencapai 26,8 persen, yang berarti sekitar satu dari empat balita mengalami kekurangan gizi kronis.

Kondisi ini berdampak langsung pada perkembangan otak, kesehatan, dan potensi produktivitas ekonomi anak di masa depan.

Rindang Gunawati, Sekretaris Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat, menekankan bahwa masalah stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan. “Masalah stunting tidak hanya soal asupan makanan, tapi juga pola pengasuhan, layanan kesehatan, dan kesadaran keluarga sejak masa pranikah,” ungkapnya. Oleh karena itu, percepatan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi multi-sektor dan pendekatan berbasis komunitas.

Hotmianida Panjaitan, National Program Manager Program PASTI, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada intervensi gizi berbasis bahan pangan lokal, edukasi remaja, dan penguatan kelembagaan di tingkat daerah.

“Kami percaya bahwa pemenuhan gizi dan kesejahteraan anak bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi bagian integral dari pembangunan berkelanjutan,” jelas Hotmianida. Program PASTI aktif memberdayakan kader dan remaja sebagai agen perubahan untuk memperkuat sistem lokal.

Keberhasilan program ini didukung oleh:

• Pelatihan Kader: Sebanyak 249 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) telah dilatih, yang dilaporkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat hingga 94,5 persen.

• Edukasi Remaja: Sebanyak 113 remaja peer educator (pendidik sebaya) berhasil memberikan pelatihan tentang kesehatan reproduksi remaja, gizi, pencegahan anemia, dan stunting kepada lebih dari 700 remaja usia 15–19 tahun.

Salah satu bentuk intervensi utama adalah kelas Pos Gizi DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), yang menargetkan balita dan ibu hamil yang berisiko Kurang Energi Kronis (KEK). Melalui sesi edukasi dan praktik memasak menu sehat berbasis bahan pangan lokal, program ini sukses meningkatkan berat badan anak dan ibu hamil.

Marsiti, seorang Ibu Baduta (bayi di bawah dua tahun) dari Kabupaten Kubu Raya, merasakan manfaat langsung program ini. “Berat anak saya naik sekitar 500 gram setelah ikut kegiatan. Sekarang saya lebih paham soal menu sehat, dan keluarga juga ikut bantu saat makan bersama,” tuturnya.

Komitmen pemerintah daerah menjadi kunci keberlanjutan. Ica Rusmi Julhizati, perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Kubu Raya, menyatakan bahwa Program PASTI sudah terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan Renstra perangkat daerah.

“PASTI memperkuat kerja kami dalam pelatihan kader dan pendampingan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), dengan pendekatan yang berbasis data dan perubahan perilaku,” ujar Ica.

Keberadaan program kemitraan seperti PASTI menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga donor, perusahaan swasta, dan organisasi masyarakat sipil sangat diperlukan untuk mencapai target nasional penurunan stunting di Indonesia.