KabarKalimantan.id – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau langsung proyek peningkatan Jembatan Sejiram-Semitau di Kabupaten Kapuas Hulu. Proyek ini didanai melalui APBD Kalbar tahun 2025 dengan tujuan utama mengatasi hambatan banjir yang sering melanda, memutus akses transportasi antara Kecamatan Semitau dan Suhaid.
Solusi Permanen untuk Akses Warga
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Norsan menjelaskan bahwa proyek ini difokuskan untuk mengatasi kesulitan masyarakat saat banjir. “Setiap kali banjir datang, masyarakat kesulitan melintas,” ungkap Norsan.
Untuk memastikan jembatan tetap berfungsi meski terendam air, konstruksi lama yang terbuat dari kayu akan diganti dengan rangka baja. “Nanti diganti konstruksi kayu dengan rangka baja, agar tetap bisa difungsikan meskipun terendam air,” tegasnya.
Norsan menambahkan, pembangunan infrastruktur di Kalbar diprioritaskan untuk wilayah pedalaman yang paling membutuhkan dan berdampak langsung pada kepentingan publik. “Yang diutamakan adalah yang paling mendesak, seperti jembatan ini,” jelasnya.
Dampak Positif Terhadap Ekonomi Lokal
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, yang mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan apresiasinya. Dia menjelaskan bahwa banjir yang hampir terjadi setiap tahun telah memutus akses transportasi, menghambat distribusi barang, dan menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Kalau banjir, kendaraan tidak bisa melintas, dan suplai barang terhambat. Akibatnya, harga bahan pokok pun naik,” kata Fransiskus.
Dengan selesainya peningkatan jembatan ini, Fransiskus berharap akses transportasi, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar, bahkan saat terjadi banjir. Ia juga berharap perhatian lebih lanjut dapat diberikan pada akses jalan menuju Suhaid.












