KabarKalimantan.id – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengunjungi stand pameran Kabupaten Landak di tengah perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu.
Kunjungan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk mempromosikan dan mendukung produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Didampingi sejumlah pejabat penting, seperti Ketua LPTQ Kabupaten Landak dan Sekretaris Daerah, Karolin melihat langsung berbagai produk unggulan yang dipamerkan.
Menurut Karolin, keikutsertaan Kabupaten Landak dalam MTQ ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga sebagai panggung promosi bagi produk-produk UMKM kebanggaan daerah.
Ragama Produk Unggulan: Dari Pangan hingga Kerajinan Tangan
Stand pameran Kabupaten Landak menampilkan kekayaan produk hasil olahan para pelaku UMKM binaan pemerintah. Beberapa produk yang menarik perhatian antara lain beras hitam dan beras merah, roti kap, dodol mentimun, serta keripik.
Selain itu, ada juga produk kerajinan seperti ukiran dan kerajinan tangan dari kulit pohon, hingga produk unik seperti kopi tengon yang menjadi salah satu andalan Landak.
Karolin menekankan bahwa produk-produk ini adalah hasil kerja keras masyarakat yang terus didorong untuk meningkatkan kualitasnya. “Produk-produk ini merupakan hasil olahan rumahan dari para pelaku UMKM binaan pemerintah daerah,” tambahnya.
MTQ sebagai Jembatan Promosi, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Partisipasi aktif Kabupaten Landak dalam pameran MTQ ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Karolin berharap ajang ini bisa menjadi jembatan agar produk-produk UMKM Kabupaten Landak semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga secara nasional.
Pengenalan produk yang lebih luas ini diharapkan dapat membuka peluang pasar baru dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan kolaborasi antara sektor keagamaan dan ekonomi, kehadiran Kabupaten Landak di MTQ Kalbar menunjukkan sinergi yang kuat dalam membangun daerah secara holistik.












