KabarKalimantan.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menyatakan investor asal Jepang tertarik untuk berinvestasi dalam pengelolaan budidaya ikan bandeng dan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di wilayah tersebut. Ketertarikan itu muncul dalam rangkaian promosi investasi yang digelar di Osaka, Jepang.
“Kami menyambut baik kegiatan promosi di Osaka dan ketertarikan investor terhadap dua proyek strategis ini. Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen dan ketahanan pangan,” ujar Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Provinsi Kalsel, Syarifuddin, Rabu (14/5/2025) di Banjarmasin.
Menurut Syarifuddin, promosi investasi tersebut diinisiasi oleh Regional Investor Relations Unit (RIRU) Intan Kalsel sebagai bagian dari forum bisnis yang digelar di Paviliun Indonesia pada ajang World Expo Osaka 2025. Fokus utama promosi adalah sektor energi hijau, agroindustri berkelanjutan, hilirisasi pangan, serta pengembangan teknologi digital.
Dalam forum tersebut, investor Jepang secara resmi menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk dua proyek investasi, yakni Budidaya Ikan Bandeng Terintegrasi dengan Industri Pengalengan dan Pengolahan Limbah B3 Rumah Sakit di Kalimantan Selatan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalsel, Fadjar Majardi, menyebut bahwa minat investor Jepang ini merupakan langkah awal yang positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. “RIRU Intan Kalsel akan memfasilitasi dan mengawal proses agar LOI tersebut dapat terealisasi menjadi kerja sama konkret,” jelas Fadjar.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan memperkuat promosi investasi ke negara-negara strategis lainnya seperti Jepang, Tiongkok, kawasan ASEAN, Inggris, dan Amerika Serikat untuk mendukung terwujudnya perekonomian Kalsel yang inklusif dan berkelanjutan.
Forum bisnis ini merupakan bagian dari Bank Indonesia Special Week di World Expo Osaka yang berlangsung pada 5–18 Mei 2025. Acara dibuka oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dan dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi serta Staf Ahli Ekonomi Makro Kementerian Investasi/BKPM Imam Soejoedi.
Dengan adanya kerja sama ini, Pemprov Kalsel optimis sektor kelautan dan pengelolaan limbah akan menjadi lokomotif baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat setempat.














