KabarKalimantan.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiagakan sebanyak 1.000 paket bantuan sosial (bansos) untuk setiap kabupaten dan kota sebagai langkah antisipatif terhadap potensi bencana, terutama banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengatakan bahwa distribusi bansos telah dilakukan secara simbolis saat kegiatan Safari Ramadan pada Maret lalu.
“Alhamdulillah, seluruh kabupaten dan kota telah kita dukung dengan logistik bencana berupa kebutuhan dasar permakanan dan sebagian kecil sandang, khususnya bagi bayi dan balita,” ujarnya di Samarinda, Kamis (20/5).
Andi menekankan bahwa paket bantuan tersebut merupakan persediaan awal yang dapat langsung digunakan apabila terjadi bencana. Jika kebutuhan meningkat karena situasi yang berkepanjangan, maka pemerintah kabupaten/kota bisa mengajukan permintaan tambahan kepada Pemprov.
“Apabila persediaan tidak mencukupi, mereka dapat mengajukan permintaan kembali kepada kami,” katanya.
Dinsos Kaltim juga melakukan verifikasi ketat terhadap setiap permintaan bantuan yang masuk, termasuk memastikan data penerima dan kondisi lapangan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.
“Tim kami juga turun ke lokasi untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar dibutuhkan dan tepat sasaran,” tegas Andi.
Distribusi bantuan telah dilakukan ke berbagai daerah terdampak seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Berau, serta wilayah-wilayah rawan banjir seperti Tabang, Muara Kaman, dan Kota Bangun. Di Samarinda, bantuan juga masih terus disalurkan ke titik-titik yang masih terdampak banjir.
Andi mengakui bahwa tantangan dalam penanganan bencana adalah ketimpangan distribusi di daerah-daerah terpencil. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan agar seluruh warga terdampak dapat terjangkau bantuan, meskipun lokasi mereka sulit diakses.
“Penguatan bantuan terus dilakukan meskipun kami sudah mendistribusikan bantuan awal. Tujuannya agar respons di tingkat daerah bisa dilakukan dengan cepat dan efektif,” tutupnya.
Langkah ini menunjukkan kesiapan dan komitmen Pemprov Kaltim dalam meningkatkan ketahanan daerah menghadapi bencana serta memastikan keamanan sosial warga di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan bencana alam lainnya.






