Kalbar  

Bupati Landak Tinjau Mandor, Pastikan Kualitas Pendidikan, Kesehatan, dan Pangan Warga Terjamin

Bupati Landak Kunjungi Mandor: Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Optimal

Bupati Landak Tinjau Mandor, Pastikan Kualitas Pendidikan, Kesehatan, dan Pangan Warga Terjamin. (FOTO: Hendri Marcelleno)

KabarKalimantan.id – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Mandor pada Rabu, 10 September 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi pelayanan publik di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat, sekaligus memastikan program pemerintah berjalan efektif.

Agenda diawali dengan meninjau SDN 02 Mandor. Di sana, Bupati Karolin berdialog dengan para guru dan memantau langsung proses belajar mengajar. Ia juga melihat kondisi sarana dan prasarana sekolah, termasuk perpustakaan, ruang kelas, jamban, dan rumah dinas guru. Bupati memastikan beberapa perbaikan akan segera terealisasi tahun ini.

Pangan Murah dan Edukasi Kesehatan Jadi Fokus Utama

Usai meninjau sekolah, Bupati Karolin membuka secara resmi Gerakan Pangan Murah di Kantor Desa Mandor. Kegiatan ini merupakan respons pemerintah terhadap kenaikan harga bahan pokok. Pemerintah Kabupaten Landak menyediakan komoditas bersubsidi seperti beras SPHP, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

“Pemerintah pusat dan daerah terus memantau harga pasar. Karena ada kenaikan harga beras, bawang merah, dan minyak goreng, maka kami menggelar pasar murah ini,” jelas Bupati Karolin.

Setelahnya, Bupati melanjutkan kunjungan ke TK Negeri Pembina Mandor untuk memberikan penyuluhan kesehatan gigi. Selanjutnya, ia meninjau Puskesmas Mandor. Di sana, ia menekankan pentingnya menjaga mutu layanan publik di tengah efisiensi anggaran.

Percepat Penurunan Stunting Melalui Kolaborasi dan Inovasi

Di Puskesmas Mandor, Bupati Karolin membuka kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) yang berfokus pada percepatan penanganan stunting. Selain stunting, isu rujukan pasien dan rabies juga menjadi pembahasan.

“Kita fokuskan pada isu stunting. Saya harap desa dapat bersinergi agar pemberian makanan tambahan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya penanganan stunting, Pemerintah Kabupaten Landak berencana membangun pusat pemulihan gizi. Pusat ini akan merawat balita yang mengalami gangguan gizi selama 30 hari, sambil melatih ibu balita cara menyiapkan makanan sehat.

Kunjungan kerja ini ditutup dengan peninjauan Kebun Jagung di Desa Kerohok, yang merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.