KabarKalimantan.id — Dalam upaya menanamkan semangat kebangsaan dan memperkuat akar budaya lokal di kalangan generasi muda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) menggelar kegiatan “Belajar Bersama” pada 5–6 November 2025.
Acara edukatif yang berlangsung di Museum Wasaka, Banjarmasin, ini mendapat sambutan antusias dari ratusan pelajar tingkat SLTA sederajat. Mereka diajak mengenal lebih dalam tentang sejarah perjuangan rakyat Banua melalui berbagai sesi pembelajaran interaktif dan tur sejarah.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Arry Risfansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Museum Wasaka sebagai saksi bisu perjuangan rakyat Kalimantan Selatan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Dengan semangat Waja Sampai Kaputing, kita ingin mengedukasi generasi muda bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya,” ujar Arry, Rabu (5/11/2025).
Dalam kegiatan ini, Museum Wasaka menghadirkan dua narasumber inspiratif: Slamet Hadi Triyanto, Purna Edukator Museum, yang memberikan materi tentang pengenalan koleksi dan peran Museum Wasaka, serta Wajidi, seorang sejarawan yang membahas sejarah revolusi fisik di Kalimantan Selatan.
Tak hanya belajar di ruang kelas, para peserta juga diajak berkeliling museum untuk melihat secara langsung koleksi bersejarah peninggalan perjuangan rakyat Banua, mulai dari senjata tradisional hingga dokumen perjuangan. Mereka juga menonton film dokumenter perjuangan rakyat Banua melalui fasilitas audio visual museum yang menambah pemahaman dan rasa bangga terhadap sejarah daerah.
Kegiatan “Belajar Bersama di Museum Wasaka” ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, kebanggaan terhadap identitas Banua, dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan daerah.
“Kami ingin para pelajar tidak hanya tahu sejarah, tetapi juga meneladani semangat juang para pahlawan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pungkas Arry.
Melalui kegiatan ini, Museum Wasaka tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang hidup pembelajaran kebangsaan bagi generasi muda Kalimantan Selatan.









