KabarKalimantan.id – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud (Harum), melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kutai Timur. Dalam agenda hari keduanya, Gubernur Harum meninjau kawasan bekas tambang, atau yang dikenal sebagai void, milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) Sangatta. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan lahan kritis tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Bersama Anggota DPR RI Sarifah Suraidah Harum, Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni, dan jajaran pejabat daerah, Gubernur Harum menyambangi Telaga Batu Arang, sebuah void yang kini menjadi area potensial.
Void Tambang Jadi Sumber Ekonomi dan Wisata
Gubernur Harum menekankan bahwa pemanfaatan lahan eks tambang harus memiliki dua fokus utama: lingkungan dan ekonomi. Ia menargetkan agar lahan tersebut tidak hanya dipulihkan, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Jika void ini bisa dimanfaatkan, tolong berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan airnya layak dikonsumsi,” ujar Gubernur Harum.
Pihak PT KPC, melalui Community Empowerment Nanang Supriyadi, menjelaskan bahwa uji kualitas air Telaga Batu Arang dilakukan secara rutin dan hasilnya menunjukkan pH yang baik. Selain untuk pasokan air baku PDAM, Telaga Batu Arang juga memiliki potensi besar untuk akuakultur air tawar. Pihak KPC sudah melakukan survei bersama Unmul dan IPB untuk membudidayakan ikan nila, patin, lele, dan bawal air tawar.
Gubernur Harum berharap KPC dapat melibatkan masyarakat lokal dalam program budidaya ikan ini sebagai bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility).
Membuka Akses untuk Wisata dan Olahraga
Selain potensi ekonomi, Gubernur Harum juga berharap kawasan void ini dapat dibuka untuk umum sebagai lokasi wisata dan kegiatan olahraga. Ia meminta agar Telaga Batu Arang bisa menjadi tempat latihan atau lomba dayung, yang selama ini rutin digelar oleh KPC.
“Dibuka untuk umum, tidak lain agar atlet-atlet dayung daerah bisa memanfaatkannya. Dan ini berlaku bagi semua void-void tambang yang tersebar di seluruh daerah di Kaltim ini,” tegas Gubernur.
Menurutnya, sudah saatnya kawasan eks tambang menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat lokal. Hal ini juga didukung oleh keberadaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudungga yang berkapasitas 100 liter/detik, yang melayani ribuan warga di Sanggatta Utara dan Selatan.












