Kenali Cabai Hiyung Tapin Asal Kalimantan 17 Kali Lipat Pedasnya

Cabai Hiyung Tapin Kalimantan Selatan.

KabarDayak.com — Cabai Hiyung Tapin adalah varietas cabai yang khas dari daerah Tapin, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Varian cabai ini memiliki ciri khas yang membedakannya dari varietas cabai lainnya, baik dari segi bentuk, ukuran, warna, dan tingkat kepedasannya hingga 17 kali lipat dari cabai biasa.

Salah satu ciri yang paling mencolok dari Cabai Hiyung Tapin adalah bentuknya yang unik. Buah cabai ini memiliki bentuk yang hampir menyerupai jari-jemari, dengan ujung yang meruncing. Ukurannya cenderung lebih besar dari cabai biasa dan memiliki warna merah yang cerah saat sudah matang sepenuhnya. Kepedasannya pun sangat tinggi, menjadikannya favorit di kalangan pecinta makanan pedas.

Selain memiliki rasa pedas yang kuat, Cabai Hiyung Tapin juga memiliki aroma yang khas dan lezat. Aroma ini menjadi salah satu daya tariknya bagi para pecinta cabai di seluruh Indonesia. Bentuknya yang unik juga membuatnya sering digunakan sebagai hiasan dalam penyajian hidangan, memberikan sentuhan estetika yang menarik.

Produksi Cabai Hiyung Tapin biasanya terpusat di daerah Tapin, namun popularitasnya telah merambah ke berbagai daerah di Indonesia. Meskipun ketersediaannya mungkin tidak sebanyak varietas cabai lainnya, permintaan yang tinggi dari para konsumen, terutama pecinta makanan pedas, membuatnya tetap menjadi komoditas yang dicari.

Cabai Hiyung Tapin tidak hanya menjadi bagian dari kuliner tradisional Kalimantan Selatan, tetapi juga telah menjadi bagian dari kekayaan budaya dan kuliner Indonesia secara keseluruhan. Keunikan rasanya dan daya tarik visualnya membuatnya menjadi salah satu varietas cabai yang patut dijaga dan dipromosikan sebagai bagian dari warisan kuliner Indonesia

Pemerintah Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan dalam hal ini Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) beberapa waktu lalu mempresentasikan dalam mereplikasi budidaya cabai hiyung.

Kepala Bappelitbang Tapin, Meidy Harris Prayoga, bersama Dinas Pertanian dan Kelompok Tani Tapin mempresentasikan replikasi inovasi cabai hiyung Tapin di hadapan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dimana pihak Kemenpan RB tertarik akan inovasi dari Pemkab Tapin tersebut.

“Tujuan presentasi ini adalah untuk menawarkan kepada pemerintah daerah lain yang berkeinginan untuk mereplikasi budidaya cabai hiyung,” ujar Meidy.

Meidy dalam presentasinya menjelaskan tentang ketersediaan lahan, produksi, produktivitas, dan berbagai produk yang telah dihasilkan dari cabai hiyung.

“Cabai hiyung khas Tapin, ditanam di wilayah dengan tingkat keasaman rendah, dan telah menunjukkan perkembangan yang baik,” tambahnya.

Kemenpan RB pada 21 Mei mendatang melakukan tindak lanjut. Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitas Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik akan melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Tapin untuk memantau perkembangan cabai hiyung.

“Kunjungan ini juga akan diikuti oleh kabupaten dan kota lain di Kalsel yang tertarik untuk mengembangkan cabai hiyung,” tutup Meidy.

BUDIDAYA CABAI HIYUNG TAPIN

Budidaya Cabai Hiyung Tapin merupakan kegiatan pertanian yang penting di daerah Tapin, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Berikut adalah ulasan mengenai budidaya cabai ini:

Persiapan Lahan: Pertama-tama, petani perlu mempersiapkan lahan yang cocok untuk budidaya cabai. Lahan yang subur dengan drainase yang baik akan membantu pertumbuhan cabai dengan optimal.

Pemilihan Bibit: Pemilihan bibit yang baik sangat penting dalam budidaya cabai. Bibit yang sehat dan berkualitas akan memberikan hasil panen yang lebih baik. Bibit cabai Hiyung Tapin biasanya diperoleh dari benih yang diambil dari tanaman cabai yang telah teruji keasliannya.

Penanaman: Penanaman cabai Hiyung Tapin dilakukan dengan jarak tanam yang cukup antara satu tanaman dengan tanaman lainnya. Biasanya, jarak tanam yang disarankan adalah sekitar 50-60 cm antar tanaman.

Pemeliharaan: Selama masa pertumbuhan, cabai Hiyung Tapin membutuhkan perawatan yang baik, termasuk penyiraman secara teratur, pemupukan yang cukup, dan pengendalian hama dan penyakit yang tepat waktu.

Pemanenan: Cabai Hiyung Tapin biasanya siap untuk dipanen setelah mencapai ukuran dan warna yang diinginkan. Panen dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat kematangan cabai. Pemanenan dilakukan dengan hati-hati untuk tidak merusak tanaman.

Pemasaran: Setelah dipanen, cabai Hiyung Tapin siap untuk dipasarkan. Para petani dapat menjualnya langsung ke pasar lokal atau melalui jaringan distribusi yang lebih luas. Pengemasan yang baik dan promosi yang efektif dapat meningkatkan nilai jual cabai ini.

Reproduksi: Untuk menjaga keberlanjutan budidaya cabai Hiyung Tapin, penting untuk melakukan reproduksi bibit secara teratur. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyimpan biji-bijian dari tanaman cabai terbaik atau dengan cara stek dari tanaman yang sudah ada.

Budidaya cabai Hiyung Tapin tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani lokal, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati dan budaya lokal di daerah Tapin, Kalimantan Selatan. Dengan perawatan yang baik dan pemasaran yang tepat, cabai Hiyung Tapin dapat menjadi komoditas unggulan yang diminati baik di pasar lokal maupun nasional.