Pemkot Serahkan Hewan Kurban 41 Ekor Sapi Ke Masyarakat Pontianak

Foto: (Kominfo/Prokopim Pontianak)

KabarKalimantan.id — Sebanyak 41 hewan kurban sapi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak diserahkan kepada masyarakat untuk disembelih dalam perayaan Idul Adha 1445 Hijriah.

Penyerahaan secara simbolis dilaksanakan di Halaman Masjid Al-Khalifah Kantor Wali Kota, Minggu (16/6) oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian kepada perwakilan masyarakat.

Tidak hanya Pemkot Pontianak sejumlah instansi lainnya turut terlibat dalam penyerahan bantuan hewan kurban antara lain, Bank Kalbar, PT Pelindo, Koperasi Kantor Gubernur Kalimantan Barat, BPR Khatulistiwa hingga PDAM Tirta Khatulistiwa, serta ASN lingkup Pemkot Pontianak.

“Hewan kurban ini kami serahkan kepada pengurus masjid, petugas kebersihan dan untuk masyarakat Kota Pontianak, harapannya masyarakat dapat bersukacita menyambut Hari Raya Iduladha,” terang Ani Sofian, usai penyerahan.

Pj Wali Kota mengimbau pengurus masjid dan panitia pemotongan hewan kurban untuk mengurangi penggunaan kantong plastik pada saat membungkus daging hewan kurban. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dengan lingkungan.

Selain itu, menurut Ani Sofian, penggunaan kantong plastik di hewan kurban juga dapat memicu bakteri mikroplastik. Pihaknya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak juga telah menyiapkan bahan pengganti seperti kantong besek di titik pemotongan hewan kurban.

“Kami sudah membuat Surat Edaran (SE) menyarankan untuk tidak menggunakan plastik saat pembagian daging hewan kurban. Bisa menggunakan kantong besek, daun pisang, daun jati atau daun simpur,” ungkapnya.

Penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha memiliki makna yang dalam dan penting dalam agama Islam, serta mengandung nilai-nilai universal yang relevan untuk seluruh umat manusia. Berikut adalah beberapa makna utama dari penyembelihan hewan kurban di Idul Adha:

– Ketundukan dan Ketaatan kepada Allah: Tindakan penyembelihan hewan kurban bermula dari kisah Nabi Ibrahim yang siap mengorbankan anaknya, Ismail, atas perintah Allah. Ketika Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba sebagai pengganti, hal ini menegaskan bahwa ketaatan kepada Allah lebih penting daripada apapun.

– Pengorbanan dan Keikhlasan: Penyembelihan hewan kurban adalah simbol dari pengorbanan diri kepada Allah. Umat Muslim yang berkurban mengorbankan sebagian harta mereka, baik dalam bentuk domba, sapi, atau kambing, sebagai wujud penghormatan dan keikhlasan kepada Allah.

– Berbagi dan Kepedulian Sosial: Bagian dari daging kurban dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, termasuk fakir miskin, janda, yatim piatu, dan yang terpinggirkan. Ini mengajarkan umat Muslim untuk peduli terhadap sesama, berbagi rezeki, serta memperkuat ikatan sosial dan solidaritas di dalam masyarakat.

– Penghormatan terhadap Tradisi dan Sejarah: Penyembelihan hewan kurban juga mengingatkan umat Muslim akan nilai-nilai dan tradisi yang diteruskan dari generasi ke generasi, sebagai bagian dari warisan agama Islam yang kaya akan makna dan hikmah.

– Pentingnya Kesadaran Lingkungan: Prosedur penyembelihan hewan kurban juga mengajarkan umat Muslim tentang pentingnya tata cara yang sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan dan kesadaran lingkungan. Islam mengajarkan untuk memperlakukan hewan dengan baik dan menghindari perlakuan yang menyiksa.

Dengan demikian, penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha bukan sekadar ritual, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang sarat dengan nilai-nilai spiritual, sosial, dan lingkungan yang mendalam. Itu menggambarkan hubungan yang erat antara umat manusia dengan pencipta mereka serta tanggung jawab mereka terhadap sesama dan lingkungan hidup.