Kalbar  

BMKG Prediksi La Niña November 2025–Februari 2026, Potensi Curah Hujan Meningkat di Kalimantan dan Jawa, Kalbar Gelar Apel Siaga Bencana

Indonesia di Peringkat Tiga Negara Paling Rawan Bencana

BMKG Prediksi La Niña November 2025–Februari 2026, Potensi Curah Hujan Meningkat di Kalimantan dan Jawa, Kalbar Gelar Apel Siaga Bencana. (FOTO: PROKOPIM)

KabarKalimantan.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat sinergi dalam Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai peningkatan potensi curah hujan akibat fenomena La Niña.

Apel tersebut diinisiasi oleh Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Rabu (5/11/2025) pagi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto, bersama Gubernur Kalbar, Ria Norsan, dan diikuti ribuan peserta dari unsur TNI, Polri, dan berbagai instansi pendukung lainnya.

Dalam amanat yang disampaikan oleh Kapolda Kalbar, Kapolda secara khusus menyoroti hasil analisis BMKG. Saat ini, 43,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncak curah hujan diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Januari 2026.

Lebih lanjut, prediksi BMKG menunjukkan adanya fenomena La Niña yang diperkirakan terjadi antara November 2025 hingga Februari 2026. Meskipun diprediksi dalam kategori lemah, La Niña tetap berpotensi meningkatkan curah hujan di atas normal, terutama di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Kapolda menegaskan, kecepatan dan ketepatan respons sangat penting. Seluruh elemen bangsa—TNI, Polri, Pemerintah, BNPB, Basarnas, BMKG, dan masyarakat—harus siap dan berkolaborasi secara terintegrasi.

Kapolda Pipit Rismanto juga menyampaikan bahwa Indonesia diakui sebagai salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi. Berdasarkan survei World Risk Index 2025, Indonesia menempati peringkat tiga negara dengan potensi bencana alam tertinggi di dunia.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 19 Oktober 2025 mencatat:

• Total 2.606 kejadian bencana alam di Indonesia.
• Korban jiwa: 361 orang meninggal dunia, 37 hilang, dan lebih dari 5,2 juta orang mengungsi.
• Kerusakan material: 31.496 rumah dan 887 fasilitas umum rusak.

Kapolda menekankan bahwa Polri, melalui sinergi lintas sektor, berkomitmen melindungi, melayani, dan membantu masyarakat dalam menghadapi bencana yang kompleks dan multidimensi ini.

Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Kalbar dan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar bersama Forkopimda telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi cuaca ekstrem seperti banjir dan angin puting beliung.

“Apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk kerja sama seluruh unsur, baik Pemerintah Daerah, Forkopimda, BNPB, hingga masyarakat peduli api dan peduli banjir,” ujar Ria Norsan.

Gubernur menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang ditandai oleh peralihan suhu dan curah hujan mendadak. Untuk mitigasi, Pemprov Kalbar menyiapkan langkah, termasuk normalisasi sungai dan opsi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan saat puncak musim.

Langkah pencegahan dan mitigasi ini diarahkan pada potensi dampak cuaca ekstrem seperti banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, serta angin kencang.

Apel gelar pasukan ditutup dengan pemeriksaan kesiapan personel dan sarana pendukung penanggulangan bencana, termasuk peninjauan dapur lapangan milik Polda Kalbar sebagai bagian dari kesiapan logistik darurat.