Kalbar  

Resmi Dibuka Gubernur, 577 Peserta Ramaikan Pesparani Katolik I Kalimantan Barat

Diikuti 13 Wilayah dengan Empat Cabang Lomba Utama

Resmi Dibuka Gubernur, 577 Peserta Ramaikan Pesparani Katolik I Kalimantan Barat. (FOTO: ADPIM)

KabarKalimantan.id – Pesta Paduan Suara Gereja Katolik (Pesparani) I tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) resmi dibuka oleh Gubernur Ria Norsan di Hotel Kini Pontianak pada Jumat sore (7/11/2025). Pembukaan event keagamaan ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar, Ketua DPRD Provinsi, para Bupati dan Wali Kota, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalbar.

Pesparani, atau Pesta Parani, diselenggarakan sebagai wadah pembinaan iman umat Katolik melalui musik dan nyanyian liturgi. Dengan mengusung tema “Satu Hati, Satu Jiwa, Membangun Gereja dan Bangsa,” kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan di Bumi Khatulistiwa.

Penyelenggaraan Pesparani yang berlangsung selama dua hari, dari 7 hingga 8 November 2025, diikuti oleh 577 peserta dan ofisial. Peserta berasal dari 11 kabupaten dan 2 kota di Kalimantan Barat, dengan Kabupaten Kayong Utara belum dapat berpartisipasi.

Ada empat cabang lomba utama yang dipertandingkan dalam Pesparani I Kalbar ini, yaitu:

• Menyanyikan Mazmur
• Cerdas Cermat Rohani
• Membaca Kitab Suci
• Paduan Suara Campuran Dewasa

Dewan juri yang bertugas menilai terdiri dari para profesional musik dari tingkat nasional serta tokoh-tokoh agama seperti pastor, suster, dan tokoh awam yang ahli di bidang liturgi dan musik gereja.

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia, peserta, dan semua pihak yang mendukung. Gubernur menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih mendalam daripada sekadar kompetisi.

“Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi yang utama adalah pembangunan manusia yang berkarakter, beriman, dan berakhlak. Pesparani ini bukan sekadar lomba, tetapi sarana menumbuhkan kebersamaan dan cinta kasih melalui kidung pujian,” ujar Gubernur.

Gubernur Ria Norsan menekankan bahwa melalui lantunan kidung pujian, umat diajak memuliakan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, yang kemudian menumbuhkan pribadi yang berintegritas dan berbudi luhur. Nilai-nilai ini sangat penting untuk membangun masyarakat Kalimantan Barat yang rukun, damai, dan sejahtera.

Kepada Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Kalbar, Gubernur berpesan agar terus meningkatkan pembinaan umat secara berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya profesionalitas dewan juri dalam mencari bibit unggul untuk ajang nasional, sekaligus menjadikan Pesparani momentum untuk memperdalam pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Kitab Suci.

Pesparani Katolik I Kalimantan Barat diharapkan menjadi tonggak awal kebangkitan musik liturgi Katolik di daerah ini, dan yang lebih penting, memperkuat semangat iman serta tali persaudaraan umat di seluruh Kalbar.