Bebby Nailufa Kembali Nahkodai Golkar Pontianak, Fokus Garap Pemilih Muda

Terpilihnya kembali Bebby merupakan bentuk kepercayaan kader atas kepemimpinannya selama periode sebelumnya

MUSDA - Ketua Golkar Kalbar Ichfany menerima cenderamata dari Ketua DPD Golkar Kota Pontianak Bebby Nailufa pada pembukaan Musda XI Partai Golkar Kota Pontianak Minggu, (2/8/2026)

KabarKalimantan.id – Bebby Nailufa kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Pontianak setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Pontianak, Minggu (2/8/2026).

Pada periode kepemimpinan mendatang, Golkar akan memfokuskan strategi memperkuat basis pemilih muda sebagai upaya meningkatkan perolehan suara pada pemilu berikutnya.

Musda XI dibuka Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat Ichfany dan dihadiri jajaran pengurus serta kader Partai Golkar.

Terpilihnya kembali Bebby merupakan bentuk kepercayaan kader atas kepemimpinannya selama periode sebelumnya.

Baca Juga : Ria Norsan Turut Saksikan Perlombaan Rakyat di Gema Membangun Desa di Teluk Batang

Di bawah kepemimpinannya, Golkar Kota Pontianak berhasil meningkatkan perolehan kursi DPRD Kota Pontianak dari tiga kursi pada Pemilu 2019 menjadi enam kursi pada Pemilu Legislatif 2024.

Capaian tersebut juga mengantarkan Partai Golkar menempati unsur pimpinan DPRD Kota Pontianak.

Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat, Ichfany, menilai peningkatan perolehan kursi tersebut menjadi prestasi yang patut diapresiasi sekaligus modal menghadapi agenda politik mendatang.

“Prestasi DPD Golkar Kota Pontianak harus kita akui. Raihan kursi meningkat hingga 200 persen. Ke depan, Musda ini tidak hanya menjadi ajang pergantian atau melanjutkan kepemimpinan, tetapi juga momentum menyusun formulasi agar Golkar semakin meraih kemenangan, salah satunya dengan menambah jumlah kursi,” ujarnya.

Menurut Ichfany, Golkar harus mampu menyesuaikan strategi politik dengan perubahan karakter pemilih, terutama meningkatnya dominasi generasi milenial dan Generasi Z dalam daftar pemilih.

Ia meyakini kepemimpinan Bebby Nailufa mampu membawa Golkar semakin kompetitif pada kontestasi politik mendatang.

“Saya yakin jika Ibu Bebby kembali dipercaya memimpin, beliau memiliki energi dan strategi untuk terus menambah kursi Golkar di Kota Pontianak,” katanya.

Sementara itu, Bebby Nailufa mengatakan kepengurusan periode 2026–2031 akan memprioritaskan penguatan basis pemilih muda melalui optimalisasi organisasi sayap dan organisasi pendiri Partai Golkar.

Menurutnya, arahan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjadi landasan dalam memperkuat mesin organisasi hingga tingkat akar rumput.

“Kalau kita melihat pemilih ke depan adalah anak-anak muda. Karena itu organisasi sayap kepemudaan, organisasi perempuan, serta seluruh Hasta Karya harus dimaksimalkan sebagai lumbung suara dan mesin politik Partai Golkar,” ujarnya.

Ia menyebut organisasi seperti AMPI, AMPG, Al Hidayah, HWK, SOKSI, MKGR, dan Kosgoro akan terus diperkuat dengan melibatkan lebih banyak kader muda.

Menurut Bebby, bonus demografi menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus direspons melalui pendekatan politik yang lebih adaptif.

“Bonus demografi membuat hampir 50 persen pemilih berasal dari kalangan anak muda. Karena itu Partai Golkar harus terus berimprovisasi dan mengevaluasi strategi politik agar tetap relevan dengan karakter pemilih sekarang,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya membuka ruang partisipasi bagi generasi muda agar mereka dapat berkontribusi dalam pembangunan melalui jalur politik.

“Anak muda harus dirangkul sesuai dengan minat dan hobinya, diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan serta diberdayakan. Jangan sampai potensi positif mereka tidak dimanfaatkan sehingga justru bergeser ke hal-hal yang kurang baik,” pungkasnya.