KabarKalimantan.id – Gubernur Kalbar Ria Norsan memerintahkan seluruh jajarannya mengupdate secara berkala kondisi masyarakat yang terdampak akibat banjir ROB yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
Tak Hanya itu, orang nomor satu Kalbar itu meminta jajaran pemerintahan baik dari Provinsi hingga Kabupaten/Kota menyiapkan langkah penanggulangan dan kesiapsiagaan pasca banjir ROB. Peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit pasca banjir seiring meluasnya banjir rob akibat cuaca ekstrem di wilayah Pontianak, Selasa (9/12/2025).
“Kita ingin memastikan warga mendapatkan bantuan pengobatan jika diperlukan. Untuk itu, posko kesehatan akan segera dibuka dan tim medis sudah disiapkan,” ujarnya.
Gubernur Kalbar Ria Norsan, menekankan bahwa penanganan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam peninjauan ke dua titik banjir terparah, yaitu kawasan Jeruju dan Tambelan Sampit, Gubernur Norsan memastikan kondisi warga tetap sehat dan mendapat akses cepat terhadap layanan medis.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Pastikan Pelantikan 26 Pejabat Eselon II Pemprov Kalbar Sesuai Prosedur
Dirinya menjelaskan bahwa banjir rob terjadi karena naiknya air sungai yang dipengaruhi pasang laut, fenomena yang kerap muncul di akhir tahun dan berdampak langsung pada permukiman pinggir sungai.
“Kondisi cuaca ekstrem menuntut kita bertindak ekstra cepat. Walaupun air mulai surut, kami tetap fokus pada risiko kesehatan yang mungkin muncul. Semoga hujan tidak turun lagi dan pasang surut segera mereda,” kata Norsan.
Hingga saat ini, sebanyak 21 warga telah dievakuasi ke lokasi lebih aman, seperti Kantor Camat Pontianak Barat dan Masjid Al-Amin. Pemerintah memastikan seluruh pengungsi mendapatkan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Selain itu, distribusi bantuan logistik segera dilakukan secara terkoordinasi. Sembako, mie instan, hingga selimut disalurkan untuk menjaga ketahanan gizi dan kesehatan warga selama menghadapi cuaca ekstrem.
Gubernur Norsan juga menegaskan bahwa bantuan tidak hanya menyasar kebutuhan darurat, tetapi juga menjamin keberlanjutan aktivitas warga, termasuk anggaran untuk kegiatan sekolah.
“Harapan kami, masyarakat bisa melewati masa sulit ini dengan kondisi prima. Pemerintah akan melakukan segala upaya agar kehidupan mereka kembali normal secepat mungkin,” tutup Norsan. (*)












